RADAR SIDOARJO - Masyarakat Kabupaten Sidoarjo diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan. Pasalnya, penipuan dengan modus aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) kembali marak dan telah menelan sejumlah korban.
Pelaku menyasar warga dengan mengaku sebagai petugas Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) maupun petugas kecamatan. Aksi penipuan dilakukan melalui pesan WhatsApp, sambungan telepon, hingga video call.
Modus yang digunakan terbilang rapi. Pelaku menghubungi korban secara pribadi dan menawarkan bantuan aktivasi IKD secara online. Korban kemudian diarahkan untuk mengklik tautan tertentu atau mengunduh aplikasi mencurigakan. Dari celah tersebut, data pribadi hingga akses perbankan korban diretas, bahkan berujung pada pembobolan rekening tabungan.
Kepala Dispendukcapil Sidoarjo, Reddy Kusuma, membenarkan adanya laporan warga yang menjadi korban penipuan tersebut. Ia menyebutkan bahwa kasus serupa telah beberapa kali dilaporkan ke pihaknya.
“Benar, kejadian itu ada. Beberapa korban sudah melapor ke kami dan kami sarankan untuk segera melaporkan ke kepolisian, pihak bank, serta Otoritas Jasa Keuangan (OJK),” ujar Reddy, Jumat (19/12).
Reddy menjelaskan, terdapat sejumlah ciri penipuan berkedok aktivasi IKD yang dapat dikenali masyarakat. Di antaranya, korban dihubungi oleh nomor tidak dikenal yang mengaku sebagai petugas Dispendukcapil atau kecamatan, lalu menawarkan registrasi IKD secara daring serta mengirimkan tautan asing atau mencurigakan.
Ia menegaskan bahwa Dispendukcapil maupun pihak kecamatan tidak pernah menawarkan layanan aktivasi IKD melalui pesan pribadi, telepon, ataupun video call.
“Abaikan apabila ada pihak yang menawarkan aktivasi IKD secara online. Itu dipastikan penipuan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Reddy menekankan bahwa proses aktivasi IKD hanya dapat dilakukan secara langsung atau offline oleh petugas resmi di kantor Dispendukcapil atau kecamatan.
“Aktivasi IKD hanya bisa dilakukan secara langsung oleh petugas Dispendukcapil atau kecamatan. Kami tidak pernah mengirim tautan, aplikasi, atau meminta data pribadi melalui WhatsApp,” pungkasnya.
Ia pun mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap nomor tak dikenal, tidak mengklik tautan mencurigakan, serta tidak mengunduh aplikasi dengan sumber yang tidak jelas.
Apabila menerima indikasi penipuan serupa, warga diminta segera melapor ke pihak berwajib agar tidak semakin banyak korban yang dirugikan. (dik/vga)
Editor : Vega Dwi Arista