Darjo Nyel Ekonomi & Bisnis Features Jatim Kota Delta Kriminal Delta Lifestyle Pendidikan Peristiwa Person of The Year Politika Sport & Health

Jembatan Tambak Cemandi Sedati Sidoarjo Masih Ambruk hingga Dua Bulan, Warga Sambat

Diky Putra Sansiri • Kamis, 4 Desember 2025 | 21:08 WIB

RUSAK: Jembatan Tambak Cemandi, Sedati, belum diperbaiki. (DIKY SANSIRI/RADAR SIDOARJO)
RUSAK: Jembatan Tambak Cemandi, Sedati, belum diperbaiki. (DIKY SANSIRI/RADAR SIDOARJO)
 

RADAR SIDOARJO - Dua bulan dibiarkan terbengkalai, jembatan utama penghubung kawasan tambak di Dusun Gisik Kidul, Desa Tambak Cemandi, Kecamatan Sedati, Sidoarjo, kini menjadi sumber keresahan warga.

Akses vital yang ambrol sejak 7 Oktober 2025 itu belum juga tersentuh perbaikan, membuat warga harus menempuh jalur memutar yang jauh dan menguras waktu. Pantauan Radar Sidoarjo menunjukkan bagian tengah jembatan runtuh total.

Akibatnya, jalur keluar–masuk permukiman terputus. Mereka yang hendak menuju tambak atau kembali ke rumah harus memutar melalui jembatan besar Kalanganyar, kemudian melintas jembatan kayu kecil yang kondisinya juga terbatas.

Warga setempat, Selamet mengaku kondisi itu sangat mengganggu aktivitas sehari-hari.

“Untuk bisa lewat, kami harus putar balik dulu lewat jembatan besar di Kalanganyar, lalu belok kiri menuju jembatan kayu. Jauh sekali,” ujar pria 54 tahun itu, Kamis (4/12).

Ia menambahkan jembatan tersebut merupakan yang tertua di kawasan tambak Cemandi, dengan usia sekitar 35 tahun. Seharusnya, kata Selamet, pemerintah sudah mengantisipasi kerusakan dengan melakukan peremajaan lebih cepat.

“Jembatan ini sudah tua, usianya 35 tahun. Mestinya sudah diperbarui sebelum sampai ambruk begini,” ucapnya.

Selamet juga heran karena meski Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana sudah melakukan sidak bersama instansi terkait beberapa waktu lalu, tetapi tanda-tanda dimulainya pembangunan belum terlihat.

“Sudah ambruk sejak Selasa, 7 Oktober 2025, tapi belum ada proses pembangunan. Kita kalau mau lewat ya harus berputar jauh,” keluhnya.

Tak hanya akses yang terputus, warga Gisik Kidul juga dihantui persoalan banjir yang kerap merendam kawasan tambak. Air bahkan masuk hingga ke rumah-rumah.

“Kalau banjir di sini sampai masuk rumah. Saya mau tinggikan teras, menunggu jalan yang katanya mau dinaikkan,” tuturnya.

Di sisi lain, Kepala DPUBMSDA Sidoarjo, Dwi Eko Saptono menegaskan, pihaknya telah mempercepat proses perbaikan meski progresnya belum terlihat di lapangan.

“Pekerjaan tetap berjalan dan akan kami percepat. Kami memahami penghasilan warga, terutama pengrajin cabut duri, sangat terdampak,” jelasnya.

Ia menyebutkan, metode pembangunan menggunakan precast stone atau double U-box dipilih untuk mempercepat penyelesaian.

“Kami memakai precast stone atau double U-box supaya prosesnya lebih cepat. Kami juga memastikan material tetap tersedia agar pekerjaan tidak berhenti,” tandasnya. (dik/vga)

Editor : Vega Dwi Arista
#warga #Sidoarjo #Sedati #Ambruk #Jembatan