Darjo Nyel Ekonomi & Bisnis Features Jatim Kota Delta Kriminal Delta Lifestyle Pendidikan Peristiwa Person of The Year Politika Sport & Health

Teatrikal Pertempuran Jembatan Sepanjang Taman Sidoarjo, Hidupkan Kembali Aksi Heroik Letkol Hasanuddin Sidik

Diky Putra Sansiri • Minggu, 30 November 2025 | 19:43 WIB
PENUH SEMANGAT: Teatrikal pertempuran di Jembatan Sepanjang, Taman, berlangsung seru. (DIKY SANSIRI/RADAR SIDOARJO)
PENUH SEMANGAT: Teatrikal pertempuran di Jembatan Sepanjang, Taman, berlangsung seru. (DIKY SANSIRI/RADAR SIDOARJO)

RADAR SIDOARJO - Dentuman suara pertempuran kembali menggema di Jembatan Sepanjang, Kecamatan Taman, Sidoarjo.

Peringatan Hari Pahlawan di wilayah perbatasan Karangpilang, Surabaya–Sepanjang, Taman, tahun ini tampil jauh lebih megah.

Sebanyak 175 peserta dari berbagai komunitas sejarah lintas daerah menyuguhkan teatrikal kolosal yang merekonstruksi kembali pertempuran 10 November 1945, ketika Letkol Hasanuddin Sidik dan pasukan TKR Gajah Mada mempertahankan gerbang masuk ke Sidoarjo hingga titik darah penghabisan.

Masyarakat Sidoarjo maupun Surabaya tumplek blek menyaksikan histori perjuangan para pahlawan, yang diperagakan oleh para peserta.

Ketua Karang Taruna Karangpilang, Pratama Abdi Samudra mengatakan, gelaran kali ini tidak sekadar pertunjukan, melainkan bentuk pelestarian sejarah di titik pertempuran penting tersebut.

“Ini kegiatan untuk menapak tilas sejarah dan uri-uri perjuangan. Peserta dan talent sekitar 175 orang. Harapannya, ke depan bisa menjadi agenda tahunan dan masuk rangkaian Parade Juang Surabaya,” ujar dia, Minggu (30/11).

Ia menjelaskan, Jembatan Sepanjang kini menjadi lokasi penghormatan bagi Letkol Hasanuddin Sidik yang gugur ketika meledakkan jembatan demi menghambat masuknya pasukan Sekutu dari arah Gunungsari menuju Sidoarjo.

“Dulu jembatan ini satu-satunya akses ke Sidoarjo. Saat pasukan Sekutu merangsek, para pejuang terdesak hingga titik ini. Letkol Hasanuddin Sidik akhirnya meledakkan jembatan sekaligus menjemput ajalnya di sini,” terangnya.

Tidak hanya komunitas Karangpilang, berbagai kelompok sejarah dari Surabaya, Gresik, Mojokerto, Bangil, hingga Porong ikut terlibat. Pemerintah Kecamatan Karangpilang dan Taman juga memberi dukungan penuh untuk memperbesar skala penyelenggaraan tahun ini.

Sementara itu, Perwakilan Karang Taruna Kecamatan Taman, Nur Khomari menyebut, kegiatan tersebut kini telah memasuki tahun kelima penyelenggaraan.

“Alhamdulillah tahun ini pesertanya lebih banyak dibanding 2023. Tahun 2024 sempat libur karena bersamaan pemilu. Sekarang kami melibatkan sekitar 150 personel dari komunitas sejarah lintas daerah,” ujarnya.

Menurutnya, teatrikal pertempuran bukan sekadar tontonan, tetapi sarana edukasi sejarah bagi masyarakat.

“Kami ingin mengingatkan bahwa di Jembatan Sepanjang ini pernah terjadi pertempuran besar. Letkol Hasanuddin Sidik dan para tentara, termasuk pelajar, berupaya menghentikan serangan Sekutu yang hendak masuk ke Sidoarjo,” katanya.

Ia berharap, pemerintah Kabupaten Sidoarjo memberi perhatian lebih pada upaya pelestarian sejarah semacam ini.

“Nilai perjuangan di titik ini masih kurang tersentuh dalam dunia pendidikan. Semoga anak-anak bisa menjaga kemerdekaan dengan kegiatan positif. Penting agar sejarah perjuangan tidak hilang,” tegasnya. (dik/vga)

Editor : Vega Dwi Arista
#Taman #Sepanjang #heroik #dentuman #Pahlawan