Darjo Nyel Ekonomi & Bisnis Features Jatim Kota Delta Kriminal Delta Lifestyle Pendidikan Peristiwa Person of The Year Politika Sport & Health

Pemkab dan DPRD Sidoarjo Perketat Pengawasan Proyek Betonisasi, Sejumlah Titik Dapat Catatan

M Saiful Rohman • Minggu, 16 November 2025 | 22:32 WIB
DIPERCEPAT: Bupati Sidoarjo Subandi saat meninjau progres betonisasi di Kecamatan Waru.
DIPERCEPAT: Bupati Sidoarjo Subandi saat meninjau progres betonisasi di Kecamatan Waru.

RADAR SIDOARJO - Bupati Sidoarjo Subandi, meninjau langsung sejumlah proyek betonisasi di Kecamatan Waru. Ia meminta seluruh kontraktor mempercepat pengerjaan karena waktu pelaksanaan sudah semakin mepet.

Dalam pengecekan di Jalan Kedungrejo–Wadungasri, Subandi menemukan progres pekerjaan masih minus 18 persen. “Harus lembur, tambah shift. Kalau tidak, ya tidak selesai,” tegasnya.

Ia menilai pembersihan lapangan tidak boleh ditunda karena penumpukan material dapat mengganggu pengguna jalan. Karena itu, ia meminta Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA) Sidoarjo mengawal penataan lokasi agar sesuai standar.

Sementara itu, proyek di Tambak Sumur menunjukkan progres lebih baik. Namun, aspek kerapian area kerja masih mendapatkan sorotan. “Pembersihan area proyek harus disempurnakan, jangan sampai menyulitkan warga,” katanya.

Di Tambakrejo, Subandi menyoroti kualitas beton yang mulai mengalami kerusakan di bagian tepinya. Ia menekankan bahwa hal tersebut tidak boleh terjadi pada beton berstandar K-450.

“Ini tidak boleh. Apa pun alasannya tidak bisa dibenarkan. Beton K-450 kok sudah gompel. Saya minta kontraktor segera memperbaiki agar kekuatan beton sesuai spesifikasi,” tandasnya.

Meski mendapat koreksi kualitas, progres proyek Tambakrejo justru surplus 26 persen dari target awal. Subandi juga meminta pengawasan teknis dilakukan lebih ketat.

“Kalau lebarnya lima meter, cek lima meter. Kalau empat meter, cek empat meter,” ujarnya.

Di sisi lain, Wakil Ketua DPRD Sidoarjo, Warih Andono, juga meminta percepatan pengerjaan menjelang akhir tahun. Ia menilai pengawasan lapangan sangat penting agar tidak terjadi kemunduran progres.

“Proyek ini harus terus kita pantau. Waktunya sudah mepet, apalagi masuk musim hujan yang dapat menghambat betonisasi sehingga membutuhkan kerja ekstra,” katanya.

Warih menyoroti pola pengerjaan tahunan yang sering menumpuk di akhir tahun anggaran. Untuk itu, ia meminta DPUBMSDA memulai pembangunan fisik lebih awal.

“Kami sudah minta agar pembangunan fisik dimulai lebih awal, supaya tidak melewati batas tahun anggaran,” pungkasnya. (sai/vga)

Editor : Vega Dwi Arista
#pemkab #DPRD #Betonisasi #Bupati #Proyek