Darjo Nyel Ekonomi & Bisnis Features Jatim Kota Delta Kriminal Delta Lifestyle Pendidikan Peristiwa Person of The Year Politika Sport & Health

Satpolairud Polresta Sidoarjo Siaga Hadapi Puncak Musim Hujan dan Banjir Rob, Siapkan Perahu Karet dan Personel Khusus

Diky Putra Sansiri • Kamis, 6 November 2025 | 16:54 WIB
SIAGA: Kasat Polairud AKP Imam Yuwono melaksanakan patroli di kawasan pesisir Sidoarjo.
SIAGA: Kasat Polairud AKP Imam Yuwono melaksanakan patroli di kawasan pesisir Sidoarjo.

RADAR SIDOARJO - Menjelang puncak musim hujan yang diprediksi terjadi pada November 2025 hingga Januari 2026, Satuan Polisi Perairan dan Udara (Satpolairud) Polresta Sidoarjo meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi.

Dua perahu karet dan satu unit mobil disiapkan untuk mengantisipasi banjir rob, puting beliung, hingga luapan air sungai di wilayah pesisir Sidoarjo.

Kasat Polairud Polresta Sidoarjo AKP Imam Yuwono mengatakan, pihaknya juga menyiagakan tujuh personel khusus yang siap diterjunkan kapan pun dibutuhkan.

“Kami menyiapkan anggota khusus dari Satpolairud, sebanyak tujuh anggota yang siap melaksanakan kegiatan apabila ada bencana hidrometeorologi di Sidoarjo,” ujar AKP Imam, Kamis (6/11).

Menurutnya, meski hingga awal November belum ada laporan kondisi ekstrem di wilayah pesisir, potensi banjir rob tetap perlu diwaspadai, terutama pada awal Desember saat bulan purnama dan curah hujan tinggi.

“Untuk wilayah pesisir sementara masih belum ada, karena bulan ini relatif aman. Namun awal-awal bulan Desember kemungkinan ada banjir rob,” jelas AKP Imam ke Radar Sidoarjo.

Ia menambahkan, jika banjir rob terjadi ketika pintu air dari Mojokerto dibuka dan air laut pasang, menyebabkan air masuk ke tambak-tambak dan sungai di wilayah Porong serta sekitarnya.

Kondisi ini biasanya menyebabkan genangan air hingga ke pemukiman pesisir di Kecamatan Sedati, Buduran, hingga Jabon.

“Puncak musim hujan dan bulan purnama biasanya menimbulkan banjir rob. Di wilayah pesisir itu air bisa sampai ke darat,” ungkapnya.

Dalam menghadapi potensi bencana ini, Satpolairud Polresta Sidoarjo juga menggandeng BPBD Sidoarjo, Pemkab Sidoarjo, dan Basarnas untuk memperkuat koordinasi lapangan serta memberikan peringatan dini kepada masyarakat, khususnya para nelayan.

“Kami berkoordinasi dengan BPBD dan Pemkab serta memberitahu para nelayan agar tidak melaut bila kondisi cuaca ekstrem,” tandasnya.

Berdasarkan data BMKG, sekitar 43,8 persen wilayah Indonesia telah memasuki musim hujan. Puncaknya diperkirakan berlangsung hingga Januari 2026, dengan fenomena La Nina yang dapat meningkatkan intensitas curah hujan hingga Februari mendatang.

Ia berharap kepada masyarakat, terutama di kawasan pesisir dan rawan banjir seperti Tanggulangin, tetap waspada namun tidak panik menghadapi datangnya musim hujan tahun ini. (dik/vga)

Editor : Vega Dwi Arista
#polairud #perahu #Waspada #penghujan #Banjir