RADAR SIDOARJO - Arus kendaraan di jalur utama Krian–Surabaya, tepatnya di Jalan Raya Trosobo, Kecamatan Taman, Sidoarjo, kembali mengalami perubahan.
Setelah jalur selatan (Surabaya–Krian) resmi dibuka, kini giliran jalur utara (Krian–Surabaya) yang ditutup sementara. Penutupan dilakukan karena proyek pelebaran jembatan di sisi utara mulai dikerjakan.
Akibatnya, kemacetan panjang tak terhindarkan, terutama pada jam sibuk pagi dan sore. Kendaraan dari arah Krian menuju Surabaya harus bergantian melintas melalui jalur berlawanan, lantaran diberlakukan sistem contra flow atau arus dua arah di satu jalur.
“Setelah jalur selatan rampung dan dibuka, kami langsung beralih ke sisi utara atau arah ke Surabaya mulai Sabtu (1/11). Saat ini pengerjaan sudah memasuki tahap penggalian dan pelebaran struktur jembatan,” ujar mandor proyek, Agung, Senin (3/11).
Menurut Agung, progres proyek berjalan sesuai jadwal dan ditargetkan rampung pada Jumat (28/11) mendatang. Ia memastikan, pekerjaan dilakukan secara maksimal tanpa mengabaikan mutu konstruksi.
“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan masyarakat pengguna jalan. Tapi kami berkomitmen menyelesaikan pekerjaan ini tepat waktu,” tegasnya.
Jembatan yang berada di sisi barat Flyover Trosobo itu sebelumnya hanya memiliki lebar sekitar dua meter. Kini, lebarnya diperluas hingga enam meter, agar mampu menampung volume kendaraan yang terus meningkat setiap harinya.
Sementara itu, Kanit Lantas Polsek Taman Iptu Hari Nurcahyo menjelaskan, pihaknya bersama Dinas Perhubungan (Dishub) telah menerapkan rekayasa lalu lintas guna mengurai kepadatan.
“Arus dari arah Krian menuju Surabaya kami alihkan ke jalur berlawanan, dengan sistem contra flow. Setelah melewati jembatan, kendaraan dikembalikan lagi ke jalur semula,” terangnya.
Ia menambahkan, petugas telah memasang rambu peringatan, banner imbauan, serta menyiapkan jalur alternatif di beberapa titik strategis seperti Bundaran Waru dan simpang empat Bypass Krian. Langkah ini diharapkan bisa meminimalkan antrean kendaraan yang kerap mengular di sekitar lokasi proyek.
“Rekayasa lalu lintas ini sudah kami koordinasikan dengan Dishub dan pihak kontraktor agar arus tetap terkendali selama proses pekerjaan berlangsung. Kami harap masyarakat bisa bersabar, karena semua ini demi kelancaran dan kenyamanan bersama,” tandasnya.
Warga sekitar berharap pengerjaan sisi utara dapat berjalan lancar dan segera tuntas sesuai jadwal, sehingga kemacetan yang terjadi setiap hari bisa berkurang dan akses utama Surabaya–Krian dan sebaliknya kembali normal. (dik/vga)
Editor : Vega Dwi Arista