RADAR SIDOARJO - Akses jalan di kawasan Alun-alun Sidoarjo hingga kini belum juga dibuka. Padahal, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Sidoarjo sebelumnya berjanji akan membuka kembali pada 30 September lalu.
Penutupan jalan itu dilakukan karena adanya pekerjaan pembongkaran median tengah. Pekerjaan tersebut merupakan bagian dari proyek revitalisasi kawasan Alun-alun Sidoarjo.
Kepala Bidang Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (KRTH) DLHK Sidoarjo, Hery Santoso mengatakan, ada pekerjaan tambahan yang membuat pembukaan jalan tertunda. Salah satunya pemasangan saluran U-Ditch di Jalan Tjokronegoro.
“Rencana pembangunannya itu sebenarnya sampai dengan 30 September, namun di dalamnya ada pekerjaan U-Ditch, dan itu bukan bagian dari pekerjaan kami,” ucapnya kepada Radar Sidoarjo, Minggu (19/10).
Menurutnya, pintu masuk yang ada di Jalan Perkim CKTR Sidoarjo yang awalnya akan digunakan akses utama sempat tertutup proyek U-Ditch. Sehingga, akses utama masih menggunakan Jalan Tjokronegoro.
Akibatnya, pihaknya terpaksa menunda pembukaan jalan karena kontraktor meminta kompensasi perpanjangan waktu.
“Awalnya rencana dibuka 30 September, tapi mereka minta perpanjangan hingga 20 Oktober, sebab waktu awal pekerjaan, Jalan Tjokronegoro masih sering dipakai, jadi mereka tidak bisa kerja maksimal,” jelasnya.
Menurutnya, secara perhitungan proyek, target awal sebenarnya sudah sesuai. Namun karena adanya tambahan pemasangan U-Ditch, waktu pekerjaan diperpanjang 20 hari.
Selain itu, pihaknya juga mulai melakukan penanaman pohon di sepanjang Jalan Tjokronegoro. Sesuai arahan bupati, pohon sono di area tersebut diganti dengan pohon pule.
“Pak Bupati minta semua pohon sono diganti pule karena akarnya merusak, hari ini kami mulai tanam pule sambil perlahan memotong pohon sono yang ada,” terangnya.
Dia menyebutkan, satu-satunya kendala saat ini adalah area pagar SD Pucang. Pasalnya, akar pohon sono di lokasi itu sudah menyatu dengan pagar sekolah.
“Kalau dipotong tidak bisa sampai akarnya karena menempel pagar, jadi nanti kami potong di atas pagar, lalu di depannya kami tanami pohon pule,” pungkasnya. (sai/vga)
Editor : Vega Dwi Arista