Darjo Nyel Ekonomi & Bisnis Features Jatim Kota Delta Kriminal Delta Lifestyle Pendidikan Peristiwa Person of The Year Politika Sport & Health

Bandara Juanda di Sidoarjo Kini Punya Lounge Khusus Pekerja Migran, Wujud Penghormatan bagi Pahlawan Devisa

Diky Putra Sansiri • Kamis, 9 Oktober 2025 | 23:18 WIB
BARU: Lounge PMI sudah ada di Bandara Internasional Juanda Sidoarjo.
BARU: Lounge PMI sudah ada di Bandara Internasional Juanda Sidoarjo.

RADAR SIDOARJO – Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo, kini memiliki wajah baru yang lebih ramah bagi para Pekerja Migran Indonesia (PMI). Sebuah Lounge PMI resmi dibuka di Terminal 2, Kamis (9/10), sebagai bentuk penghormatan sekaligus peningkatan layanan bagi para “pahlawan devisa” tanah air.

General Manager Bandara Juanda Muhammad Tohir menyampaikan, kehadiran lounge tersebut menjadi bukti nyata komitmen untuk memberikan pelayanan terbaik bagi para pekerja migran, baik yang baru datang maupun yang hendak berangkat ke luar negeri.

“Hadirnya Lounge PMI di Bandara Juanda adalah wujud transformasi layanan kami yang berorientasi pada kenyamanan dan pengalaman pelanggan, dengan sentuhan keramahan khas Indonesia,” ujarnya.

Menurut Tohir, lounge tersebut tidak hanya berfungsi sebagai tempat beristirahat, tetapi juga menjadi simbol penghargaan bangsa terhadap mereka yang berkontribusi besar bagi perekonomian nasional.

“Setiap pekerja migran harus disambut dan dilepas dengan penuh hormat oleh bangsanya sendiri,” tambahnya.

Pembangunan Lounge PMI merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), BPJS Ketenagakerjaan, dan PT Angkasa Pura Indonesia. Fasilitas ini dirancang agar para pekerja migran mendapatkan pengalaman layanan yang aman, nyaman, dan bermartabat saat tiba di tanah air.

Sementara itu, Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Mukhtarudin, yang hadir meresmikan langsung fasilitas tersebut, menegaskan bahwa lounge ini memiliki fungsi lebih dari sekadar ruang tunggu.

“Saya ingin fungsinya tidak hanya sebagai tempat istirahat, tapi juga pusat informasi bagi pekerja migran Indonesia,” ujarnya.

Mukhtarudin menjelaskan, ada dua fungsi utama yang disiapkan untuk memperkuat layanan di lounge tersebut. Pertama, sebagai pusat informasi terpadu yang menyediakan panduan lengkap mengenai proses keberangkatan, kepulangan, hingga perlindungan hukum dan sosial bagi pekerja migran. Kedua, sebagai personal lounge yang benar-benar melayani kebutuhan pekerja migran secara manusiawi.

Ia juga menyoroti masih adanya praktik pemerasan terhadap pekerja migran di area bandara, mulai dari jasa transportasi ilegal, penukaran uang tidak resmi, hingga bantuan bagasi dengan tarif tinggi.

“Jangan bilang pekerja migran itu pahlawan kalau masih dipalak sana-sini. Kasihan mereka sudah bekerja keras di luar negeri, pulang masih saja diperas,” tegasnya.

Mukhtarudin berharap, kehadiran Lounge PMI dapat menjadi pusat edukasi bagi masyarakat agar lebih memahami prosedur resmi bekerja ke luar negeri serta terhindar dari jebakan calo maupun perekrut ilegal.

“Kami ingin masyarakat tahu, bekerja ke luar negeri itu ada jalur yang benar dan aman,” pungkasnya. (dik/vga)

Editor : Vega Dwi Arista
#Pekerja #Migran #devisa #Bandara #Juanda