RADAR SIDOARJO - Upaya pencarian korban ambruknya bangunan di Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny, Kecamatan Buduran, Sidoarjo, masih terus berlangsung. Hingga Minggu (5/10) siang, tim SAR gabungan kembali menemukan 13 jenazah, sehingga total korban meninggal dunia mencapai 39 orang.
Kasubdit Pengerahan dan Pengendalian Operasi Basarnas, Emi Freezer, menyebut proses evakuasi kali ini berlangsung sangat sulit karena banyak korban tertimbun material beton dan rangka baja.
“Tim SAR harus bekerja ekstra hati-hati. Kami mengangkat puing satu per satu, memotong rangka baja, baru kemudian bisa mengevakuasi korban,” jelas Emi di lokasi.
Tim gabungan menggunakan alat berat dan peralatan ekstrikasi. Namun, penggunaannya sempat dihentikan sementara untuk memberi ruang bagi petugas yang melakukan pemotongan besi dan pengangkatan manual, demi keselamatan personel.
Hingga siang ini, sebanyak 39 korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Seluruh jenazah langsung dibawa ke RS Bhayangkara Polda Jatim untuk proses identifikasi oleh tim DVI.
Dengan temuan terbaru ini, total korban musibah ambruknya musala Ponpes Al-Khoziny tercatat 143 orang. Dari jumlah tersebut, 104 orang selamat, 39 meninggal dunia, dan dua lainnya ditemukan dalam bentuk bagian tubuh (body part).
Operasi pencarian melibatkan puluhan unsur SAR dari berbagai daerah, mulai dari Kantor SAR Surabaya, BSG, SAR Semarang, SAR Yogyakarta, BPBD Jawa Timur, BPBD Kabupaten Sidoarjo, TNI-Polri, hingga organisasi relawan seperti Banser, MDMC, SAR Astra, LPBI NU, dan BAZNAS.
“Prioritas utama kami memastikan tidak ada korban yang tertinggal di bawah reruntuhan. Semua potensi SAR kami kerahkan penuh,” tegas Emi.
Hingga berita ini diturunkan, proses evakuasi masih terus dilanjutkan dengan fokus utama pada sektor utara bangunan.
Sementara itu, Tim DVI (Disaster Victim Identification) Polda Jatim berhasil mengidentifikasi tiga dari 17 jenazah korban ambruknya musala Ponpes Al Khoziny Buduran, Sidoarjo yang sudah dibawa ke posko DVI Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya, Sabtu malam (4/10).
Ketiga jenazah itu merupakan korban dari kalangan santri Ponpes. Ketiganya beralamat asal Surabaya dan berusia masih remaja.
"Hari Sabtu tanggal 4 Oktober tahun 2025, Tim DVI Polda Jatim telah berhasil melaksanakan identifikasi terhadap tiga jenazah," ujar Kabiddokes Polda Jatim Kombes Pol M Khusnan Marzuki di depan kamar mayat Rumah Sakit Bhayangkara, Surabaya, Sabtu malam (4/10).
Pertama, jenazah bernomor PM-RSBB 002 teridentifikasi melalui gigi, medis, dan properti. Cocok dengan data Ante-Mortem (AM) bernomor 036 bernama Firman Nur, laki-laki, 16 tahun warga Jalan Tembok Lor 3 No 8 A Surabaya
Kedua, jenazah bernomor PM RSBB 003 teridentifikasi melalui medis dan properti. Cocok dengan data AM 007, bernama Muhammad Azka Ibadur Rahman, laki-laki 13 tahun dengan alamat Jalan Randu Indah No. 14 Kenjeran Surabaya.
Ketiga, jenazah bernomor PM RSBB 006 teridentifikasi melalui sidik jari, gigi, medis, dan properti barang. Cocok dengan data AM 019 bernama Daul Milal, laki-laki 15 tahun dengan alamat Jalan Sido kapasan Gang 8 No. 18 Surabaya.
Kondisi tiga jenazah yang berhasil teridentifikasi masih utuh dan sudah mengalami proses alamiah.
"Malam ini juga kami serahkan karena orang keluarganya pasti sangat menghendaki cepat. Dan yang terakhir perlu kami sampaikan kami ikut berduka cita, semoga arwah beliau-beliau, adik-adik saya itu diterima oleh Allah SWT amiin," ucapnya.
Khusnan menambahkan, hingga Sabtu malam Tim DVI Polda Jatim yang ada di RS Bhayangkara telah menerima 17 jenazah dan satu body part. Menurutnya, saat ini proses operasi DVI masih berjalan dengan melakukan pendalaman data antemortem dan postmortem. (dik/rus/vga)
Editor : Vega Dwi Arista