Darjo Nyel Ekonomi & Bisnis Features Jatim Kota Delta Kriminal Delta Lifestyle Pendidikan Peristiwa Person of The Year Politika Sport & Health

Cerita Alfatih, Tiga Hari Tertimbun, Selamat dari Reruntuhan Musala Ponpes Al-Khoziny Sidoarjo

M Saiful Rohman • Sabtu, 4 Oktober 2025 | 17:03 WIB
MUKJIZAT: Salah satu korban selamat dari ambruknya gedung Ponpes Al-Khoziny, Buduran, Alfatih Cakrabuana saat dijenguk Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.
MUKJIZAT: Salah satu korban selamat dari ambruknya gedung Ponpes Al-Khoziny, Buduran, Alfatih Cakrabuana saat dijenguk Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.

RADAR SIDOARJO - Tiga hari terjebak di bawah puing Musala Ponpes Al-Khoziny Buduran, Alfatih Cakrabuana akhirnya ditemukan dalam keadaan selamat. Santri berusia 14 tahun itu berhasil bertahan hidup meski tertimpa reruntuhan sejak Senin (29/9).

Ayahnya, Abdul Hanan tak berhenti mengucap syukur atas keselamatan putra keduanya. Proses evakuasi dirinya berlangsung dramatis pada Rabu (1/10) kemarin.

Alfatih kini masih dirawat intensif di RSUD Notopuro Sidoarjo. Kondisinya tampak lemah, meski hanya mengalami luka lecet.

Meski begitu, ia sudah cukup kuat menerima kunjungan dari banyak pihak. Kehadiran orang-orang terdekat membuatnya semakin semangat untuk pulih.

Alfatih menceritakan detik-detik musala roboh. Dia mengaku mendengar suara gemuruh seperti gempa saat salat Ashar.

"Waktu itu saya mendengar suara kayak gempa, terus saya lari, tapi tiba-tiba gedungnya roboh, saya ketimpa," ucapnya.

Seketika itu, ia terjebak dalam ruang gelap bersama teman-temannya. Dia juga mengaku sempat pingsan usai tertimpa puing.

Saat sadar, ia masih bisa berbicara dengan temannya yang terjebak di sebelah. Namun, tubuhnya makin lemah dan ia tiba-tiba tertidur.

Dalam kondisi itu, Alfatih seperti mendapatkan mukjizat Tuhan. Dimana ia mengalami merasakan sensasi minum melalui selang.

"Saya bermimpi kayak minum lewat selang, rasanya asli banget, padahal kenyatanya enggak ada yang ngasih minum," ceritanya.

Selain itu, ia juga bermimpi seperti sedang berjalan-jalan. Bahkan, ia merasa sempat menaiki mobil pikap dan keliling ke sejumlah tempat.

Yang paling ia ingat adalah suasana gelap dan berjalan lurus ke depan. “Lampunya mati, terus lurus,” ungkapnya.

Saat sadar kembali, Alfatih mendengar suara ketukan dari luar. Dia kemudian merangkak mengikuti arahan penyelamat hingga berhasil keluar dari reruntuhan.

"Saya mendengar kayak ada tukang tok tok tok, saya tanya, sudah bisa keluar Pak? Katanya iya bisa keluar, terus saya merangkak keluar," pungkasnya. (sai/vga)

Editor : Vega Dwi Arista
#Selamat #Santri #Korban #Ponpes #Buduran