RADAR SIDOARJO - Ketua Kelompok Fraksi (Kapoksi) Komisi VII DPR RI, Ir. H. Bambang Haryo Sukartono (BHS), meninjau langsung kondisi Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny, Buduran, Sidoarjo.
BHS menyampaikan keprihatinan mendalam atas musibah ambruknya musala tiga lantai di Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny. Ia menilai tragedi yang menewaskan tiga santri itu bukan lagi bencana lokal, melainkan sudah menjadi perhatian nasional.
"Saya ikut prihatin dan berduka cita atas para korban. Ada tiga santri yang sudah ditemukan dan meninggal. Musibah ini sudah masuk kategori tidak hanya tingkat kabupaten atau provinsi, tapi bahkan sudah tingkat nasional," ungkap BHS.
Hingga Rabu (1/10) pagi ini, tercatat tiga santri meninggal dunia dari total 120 santri yang berhasil dievakuasi. Mereka adalah Maulana Alfian Ibrahim, warga Kali Anyar Kulon Surabaya, Mochammad Mashudulhaq asal Surabaya serta Muhammad Soleh asal Bangka Belitung.
Dua di antaranya sempat mendapat perawatan intensif di rumah sakit, namun nyawanya tak tertolong akibat luka serius. BHS mengapresiasi langkah cepat pemerintah pusat maupun daerah yang turun langsung memberikan perhatian.
Menurutnya, Presiden Prabowo Subianto beserta jajaran menteri, termasuk Menteri Agama, hingga Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Wakil Gubernur Emil Dardak, sudah menunjukkan kepedulian nyata.
"Sekarang Menko PMK juga dalam perjalanan menuju ke sini. Berarti ini sudah ada perhatian yang luar biasa," katanya.
Politisi vokal dapil Surabaya–Sidoarjo itu juga menekankan pentingnya Basarnas bekerja lebih maksimal dalam proses evakuasi.
Ia menyebut ratusan personel SAR dari berbagai daerah telah dikerahkan dengan peralatan lengkap, namun tetap dibutuhkan kehati-hatian karena reruntuhan berupa balok-balok besar yang berisiko tinggi.
"Saya lihat baloknya cukup besar. Kalau tidak hati-hati, sulit untuk bisa selamat. Bahkan ada upaya pengeboran dari bawah untuk mencapai titik korban. Ini butuh waktu, tapi moga-moga masih ada takdir dari Allah, semoga korban yang masih ada di bawah reruntuhan bisa selamat," ucapnya.
Selain fokus pada evakuasi, BHS juga menyerukan dukungan logistik bagi keluarga korban dan petugas SAR yang jumlahnya mencapai lebih dari 400 orang. Menurutnya, dapur umum yang disiapkan Pemprov Jatim harus menyediakan hingga 1.000–1.500 porsi makanan setiap harinya.
"Saya sudah sampaikan langsung kepada kiai di ponpes untuk ada sekadar dukungan bantuan dari saya pribadi. Saya juga akan minta BRI maupun beberapa perbankan HIMBARA dan perusahaan-perusahaan untuk ikut mendukung. Besok insyaallah ada bantuan sembako untuk persediaan makan selama beberapa hari," tandasnya.
Ia pun menyampaikan apresiasi terhadap sinergi semua pihak yang terlibat, baik pemerintah maupun masyarakat. "Saya terima kasih atas perhatian yang luar biasa ini, khususnya kepada masyarakat Sidoarjo," pungkasnya. (dik/vga)
Editor : Vega Dwi Arista