RADAR SIDOARJO - Ibadah haji menjadi rukun Islam yang wajib ditunaikan bagi yang mampu atau Istitha’ah. Istilah tersebut tidak hanya soal finansial tetapi juga kesiapan fisik yang sehat dan bugar.
Untuk itulah RSI Siti Hajar Sidoarjo menghadirkan Klinik Terpadu Kesehatan Haji dan Umroh. Layanan tersebut dikemas lengkap mulai medical check up (MCU), vaksinasi hingga konsultasi dokter spesialis.
Ketua PBNU, KH Yahya Cholil Staquf yang turut hadir meresmikan layanan itu pada Sabtu (6/9). Dia menilai, keberadaan klinik tersebut sebagai bukti nyata transformasi NU di bidang pelayanan kesehatan. Hasilnya terlihat nyata dan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
“ini merupakan display keberhasilan NU dalam melakukan transformasi pelayanan yang meningkat, tapi secara bisnis hasilnya juga sangat baik,” ucap ketua PBNU yang akrab disapa Gus Yahya itu kepada Radar Sidoarjo.
Menurutnya, masyarakat kini tidak hanya datang ke kiai untuk memohon doa saat sakit. Namun juga bisa mendapatkan perawatan medis profesional di RSI Siti Hajar.
“Rumah sakit ini masuk kategori industri, sehingga harus dikelola secara professional oleh manajemen yang professional juga, dalam hal pelayanan dan sebagainya, pengurus NU harus sadar dengan itu,” jelasnya.
Direktur RSI Siti Hajar, Iqbal Faizin menambahkan, klinik ini ditujukan untuk membantu jamaah mencapai kondisi istitha’ah. Karenanya, ia memiliki tanggung jawab membina kesehatan jamaah haji dan umroh.
“Kami hadirkan layanan khusus agar jamaah sehat dan bugar, sehingga fit to fly dan fit to haji,” ungkapnya.
Adapun konsep yang dipakai adalah One Stop Service di satu lantai. Layanan itu meliputi pemeriksaan kebugaran, vaksinasi meningitis, polio, influenza, pneumonia, hingga hepatitis.
Termasuk penyediaan alat bantu seperti korset, tongkat, sandal haji, dan paket obat. “Selain One Stop Service, kami juga terapkan sistem fast track, sehingga jamaah tidak perlu berpindah-pindah karena semua dokter spesialis bisa dihadirkan langsung di sini," pungkasnya. (sai/vga)
Editor : Vega Dwi Arista