RADAR SIDOARJO - Gelombang solidaritas atas tewasnya Affan Kurniawan, driver ojek online di Jakarta, turut menggema di Sidoarjo. Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Sidoarjo menggelar aksi damai di halaman Mapolresta Sidoarjo, Senin (1/9).
Dalam aksinya, mahasiswa menuntut reformasi kepolisian serta mendesak Kapolri mundur dari jabatannya. Koordinator lapangan, Bagus Yoga Aditya, menegaskan tragedi yang menimpa Affan telah mencederai fungsi utama kepolisian.
“Seyogyanya tugas Polri sudah jelas, mengayomi dan melindungi masyarakat. Kami meminta kasus ini ditangani secara transparan dan adil,” tegas Bagus dalam orasi.
Polresta Sidoarjo menyiagakan sekitar 700 personel gabungan untuk mengantisipasi kericuhan. Namun berbeda dengan sejumlah daerah lain, aksi mahasiswa berlangsung damai. Mereka diberi ruang menyampaikan aspirasi dengan beragam kegiatan, mulai orasi, doa bersama, tabur bunga, hingga teatrikal yang menggambarkan luka rakyat.
Menariknya, setelah menyampaikan tuntutan, mahasiswa makan bersama dengan polisi serta jajaran Forkopimda Sidoarjo. Aksi ditutup dengan pembagian beras gratis kepada driver ojol yang berada di sekitar Mapolresta.
Kapolresta Sidoarjo, Kombes Pol Christian Tobing, menemui langsung massa aksi. Ia menyampaikan empati sekaligus permohonan maaf atas peristiwa yang menewaskan Affan.
“Kami menghargai aspirasi mahasiswa yang disampaikan dengan damai. Tuntutan ini akan kami kawal dan sampaikan ke Mabes Polri serta pemerintah pusat. Polri berkomitmen menangani kasus ini secara adil, transparan, dan tepat,” ujar Christian.
Bupati Sidoarjo Subandi juga memberikan apresiasi terhadap aksi damai tersebut. Menurutnya, cara mahasiswa IMM menyampaikan aspirasi patut dicontoh.
“Aksi damai ini menunjukkan aspirasi bisa disampaikan tanpa kerusuhan. Pemerintah menerima semua masukan masyarakat, dan kami apresiasi soliditas mahasiswa, TNI, Polri, serta masyarakat Sidoarjo,” kata Subandi.
Seperti diketahui, Affan Kurniawan, 21, meninggal dunia pada Kamis (28/8) di Jakarta setelah terlindas kendaraan taktis Barracuda Brimob saat aksi unjuk rasa. Peristiwa itu memicu gelombang solidaritas di berbagai daerah. Namun di Sidoarjo, IMM memilih jalan damai sebagai bentuk penghormatan sekaligus perlawanan moral. (dik/vga)
Editor : Vega Dwi Arista