RADAR SIDOARJO - Ribuan pegawai honorer yang lolos seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) memadati parkir timur GOR Sidoarjo, Jumat (22/8). Mereka hadir dengan wajah gembira setelah mendapat kepastian status kepegawaian dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo.
Apel besar pengangkatan dipimpin langsung Bupati Sidoarjo, Subandi, didampingi Wakil Bupati, Sekda, serta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Subandi menjelaskan, keputusan pengangkatan diambil setelah dua hari pembahasan intensif mengenai kemampuan anggaran daerah. Hasilnya, Pemkab memutuskan mengangkat seluruh 3.843 tenaga honorer menjadi P3K.
“Alhamdulillah, hari ini kita putuskan untuk mengangkat semuanya. Sedangkan sisanya, 2.311 orang akan kita upayakan masuk skema outsourcing. Tidak ada PHK,” tegasnya.
Kepastian ini menjadi kabar gembira bagi guru honorer dan pegawai non-ASN yang sudah lama mengabdi. Mereka akhirnya memperoleh kepastian hukum atas status kepegawaiannya.
Selain itu, Pemkab juga menetapkan Tunjangan Penghasilan Pegawai (TPP) untuk P3K penuh sebesar 35 persen. “Di Surabaya hanya 25 persen, Gresik 20 persen, sementara Sidoarjo 35 persen sesuai arahan BKD,” jelas Subandi.
Namun, bagi P3K yang masih berstatus separuh waktu, sementara belum menerima TPP. Kebijakan itu diambil menyesuaikan kemampuan anggaran daerah. “Yang penting status ASN P3K sudah jelas, soal hak lainnya akan mengikuti regulasi,” tambahnya.
Salah satu guru honorer yang lolos P3K, Luluk, mengaku sangat bersyukur. “Alhamdulillah diterima sebagai P3K. Tahun lalu saya sempat gagal. Saya sudah tiga tahun mengajar BK, sementara rekan saya Ririn dari Jabon sudah mengajar sejak 2009. Rasanya senang sekali setelah sekian lama menunggu,” ungkapnya. (sai/vga)
Editor : Vega Dwi Arista