RADAR SIDOARJO - Kabar baik bagi ribuan tenaga honorer di Kabupaten Sidoarjo. Bupati Sidoarjo, Subandi memastikan 3.843 pegawai yang mengikuti tes R3 dan R4 resmi diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K).
“Hari ini kita memutuskan nasib teman-teman P3K yang kemarin ikut tes R3, R4, Alhamdulillah kita angkat semuanya jumlahnya 3.843,” ucap Subandi saat ditemui usai musyawarah bersama DPRD Sidoarjo," Rabu (20/8).
Kendati demikian, masih ada 2.311 tenaga honorer yang belum diangkat. Status mereka masih diperjuangkan, meski arah regulasi dari Badan Kepegawaian Daerah (BKN) condong ke sistem outsourcing.
“Yang 2.311 ini nanti masih kita upayakan, sesuai dengan undang-undang arahnya outsourcing, cuma yang kemarin tes untuk R3 dan R4, insyaallah kita angkat semuanya separuh waktu,” ujarnya.
Tenaga kerja yang masuk dalam kategori ini berasal dari berbagai latar belakang. Mulai Guru Tidak Tetap (GTT), Pegawai Tidak Tetap (PTT), kontrak SEKDA, kontrak PPKOM, tenaga kontrak kegiatan hingga TKSK.
“Ini sama dengan pendidikan profesi guru, cuma sesuai kebutuhan warga Sidoarjo, yang PPG ini kita usahakan harus warga Sidoarjo,” jelasnya.
Subandi menegaskan, pegawai R3 otomatis sudah masuk data BKN. Sementara R4 merupakan data yang ikut tes dan dilaporkan ke BKN.
“Semuanya R3 dan R4 ini kita selesaikan sebagai PR kita, yang sudah masuk dalam BKN ini kita angkat semuanya, kecuali 2.311 orang,” terangnya.
Terkait gaji, Subandi menyebut ada perbedaan mekanisme. Dimana semua sudah diatur dalam perbup dengan TPP-nya 35 persen bagi P3K.
"Aturan BKN tidak lagi memperbolehkan pengangkatan honorer sejak 2024, namun kami tetap berusaha mencari solusi agar tenaga honorer tidak kehilangan pekerjaan," katanya.
“Yang kemarin tidak lulus ini tanggung jawabnya pemerintah daerah, dengan total 3.843 ini kita angkat semuanya sepanjang waktu,” imbuhnya.
Harapannya, ribuan honorer yang belum terangkat tetap bisa bekerja melalui skema outsourcing. “Kalau daerah lain ada yang diberhentikan, kalau kita tetap kita jaga masyarakat Sidoarjo tetap bekerja,” pungkasnya. (sai/vga)
Editor : Vega Dwi Arista