RADAR SIDOARJO - Jumlah kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Sidoarjo masih cukup tinggi. Dalam catatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Sidoarjo terdapat total 269.423 kasus selama tahun ini.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Sidoarjo, Danang Abdul Ghani mengatakan, terdapat tiga wilayah puskesmas dengan kasus Ispa terbanyak. Yakni dibawah naungan Puskesmas Krian, Ganting dan Waru.
"Angka terbesar tercatat di Krian dengan 72.625 kasus, disusul Ganting 23.139 dan Waru 21.078," ucapnya kepada Radar Sidoarjo, Rabu (20/8).
Menurutnya, ISPA paling banyak dialami kelompok orang dewasa mulai usia 19 hingga 59 tahun. Kondisi tersebut menjadi perhatian bagi Dinkes Sidoarjo.
"Tingginya kasus ISPA di Sidoarjo dipicu polusi udara dan perubahan iklim, dua faktor tersebut memperburuk kualitas udara dan memicu gejala penyakit pernapasan," jelasnya.
Oleh karena itu, untuk menangani ISPA, bisa dilakukan dengan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) serta istirahat cukup. Selain itu, masyarakat juga dianjurkan menggunakan masker, tujuanya untuk menghindari polutan.
"Ditambah olahraga serta mengonsumsi makanan bergizi dan vitamin," terangnya.
Untuk kasus ISPA berat, pasien harus ditangani langsung di fasilitas kesehatan agar mendapat terapi. Pihaknya juga meminta masyarakat lebih peduli terhadap kesehatan lingkungan untuk menekan angka kasus.
"Kami berharap masyarakat menjaga pola hidup bersih dan sehat, dengan begitu, angka ISPA di Sidoarjo bisa ditekan," pungkasnya. (sai/vga)
Editor : Vega Dwi Arista