Darjo Nyel Ekonomi & Bisnis Features Jatim Kota Delta Kriminal Delta Lifestyle Pendidikan Peristiwa Person of The Year Politika Sport & Health

Konten Grup Gay di Medsos Meresahkan, Diskominfo Sidoarjo Laporkan ke Meta

M Saiful Rohman • Senin, 28 Juli 2025 | 22:33 WIB
TERANG-TERANGAN: Aktivitas diduga gay di Alun-alun Sidoarjo yang dipublikasi di akun TikTok.
TERANG-TERANGAN: Aktivitas diduga gay di Alun-alun Sidoarjo yang dipublikasi di akun TikTok.

RADAR SIDOARJO - Aktivitas sejumlah grup media sosial yang memuat ajakan bergabung dalam komunitas gay mulai mendapat sorotan serius dari Pemerintah Kabupaten Sidoarjo. Grup-grup tersebut dinilai telah meresahkan masyarakat karena kontennya dibagikan secara terbuka, termasuk menyasar area publik seperti Alun-alun Sidoarjo.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Sidoarjo, Noer Rochmawati, menyatakan pihaknya telah melakukan pemantauan terhadap akun-akun mencurigakan di berbagai platform, khususnya Facebook dan TikTok.

“Diskominfo sudah memantau sejumlah akun dan grup yang berisi ajakan terbuka terkait komunitas gay, terutama di Facebook. Kami telah melaporkannya secara online sebagai langkah antisipasi,” ujar Noer kepada Radar Sidoarjo, Senin (28/7).

Pelaporan tersebut ditujukan kepada pihak Meta Indonesia, selaku pengelola platform Facebook dan Instagram, agar dapat segera mengambil tindakan berupa pembatasan atau penghapusan akun-akun yang dianggap melanggar kebijakan komunitas dan ketentuan hukum yang berlaku.

“Ada beberapa akun yang kami temukan memiliki lebih dari 10 ribu pengikut. Semakin banyak laporan yang masuk, peluang ditindak oleh Meta akan semakin besar,” jelasnya.

Tak hanya di Facebook, aktivitas serupa juga ditemukan di TikTok. Beberapa konten bahkan menampilkan aktivitas di ruang publik dan berpotensi ditonton oleh khalayak luas, termasuk anak-anak. Karena itu, Diskominfo mengimbau seluruh perangkat daerah (OPD) untuk turut aktif melaporkan konten-konten yang dianggap meresahkan.

Noer Rochmawati yang akrab disapa Ima tersebut juga menyampaikan kekhawatirannya bahwa aktivitas digital tersebut bisa menjadi kedok dari tindakan yang lebih serius, seperti perdagangan manusia.

“Ada indikasi dari beberapa akun yang terdeteksi mengarah pada praktik jual beli manusia atau eksploitasi seksual, yang dikemas dalam aktivitas digital. Ini tentu sangat berbahaya,” tegasnya.

Untuk itu, Diskominfo Sidoarjo juga mengimbau para pengelola media sosial di lingkungan pemerintahan, sekolah, dan masyarakat umum untuk lebih waspada dan melaporkan aktivitas mencurigakan di dunia maya.

Langkah pengawasan dan pelaporan ini diharapkan dapat menjadi upaya preventif untuk menjaga ruang digital di Sidoarjo tetap sehat, aman, dan sesuai dengan nilai-nilai sosial dan hukum yang berlaku. (sai/vga)

Editor : Vega Dwi Arista
#grup #Medsos #meta #gay #Facebook #Diskominfo