RADAR SIDOARJO - Beberapa sekolah negeri di wilayah Tanggulangin mengalami krisis siswa baru. Kondisi tersebut terjadi lantaran sekolah kerap terdampak banjir saat musim hujan.
Salah satunya terjadi di SDN Banjarasri. Tahun ajaran 2025 ini, sekolah tersebut hanya menerima delapan siswa baru.
Padahal, idealnya sekolah bisa menampung hingga 24 siswa. Jumlah itu jauh menurun dibandingkan tahun lalu yang masih mencapai sepuluh siswa.
Kepala SDN Banjarasri Sulis Indawati mengatakan, banjir menjadi penyebab utama sekolah ditinggalkan calon siswa. Menurutnya, genangan air kerap masuk ruang kelas saat hujan deras turun.
"Ya mau bagaimana lagi, mungkin karena kondisi sekolah kita kerap kebanjiran tiap musim hujan," ucapnya, Selasa, (16/7).
Jika banjir parah, siswa terpaksa belajar dari rumah. Hal itu membuat banyak wali murid memilih sekolah lain yang lebih aman dari banjir.
“Banyak dari orang tua siswa yang lebih memilih mendaftarkan anaknya ke sekolah swasta yang memang tidak terkena banjir," ujarmya.
Meskipun fasilitasnya terbatas, sekolah swasta dianggap lebih layak karena tidak tergenang banjir. Sehingga para siswa tidak akan terganggu oleh masalah tahunan itu.
Pihaknya sudah berupaya melakukan pendekatan ke warga sekitar. Bahkan, sempat menawarkan hadiah bagi pendaftar baru.
Namun, usaha tersebut tak mampu menandingi kekhawatiran orang tua soal banjir. Mereka lebih memilih menghindari risiko itu.
Saat ini, pemerintah dikabarkan akan melakukan penanganan di area sekolah. Salah satunya dengan meninggikan akses jalan dan lingkungan sekolah.
Meski begitu, rencana itu masih belum jelas kapan akan direalisasikan. “Informasinya mau ditinggikan oleh pemerintah, namun kapan pelaksanannya saya belum tahu," katanya.
Hingga kini, proses belajar tetap berlangsung meski jumlah siswa sedikit. Guru tetap berkomitmen memberikan pelayanan maksimal kepada siswa yang ada.
"Delapan itu bukan angka kecil, melainkan amanah besar untuk tetap bertahan di tengah genangan harapan," pungkasnya. (sai/vga)
Editor : Vega Dwi Arista