Darjo Nyel Ekonomi & Bisnis Features Jatim Kota Delta Kriminal Delta Lifestyle Pendidikan Peristiwa Person of The Year Politika Sport & Health

90 Persen Hewan Kurban di Sidoarjo dari Luar Daerah, Dispaperta Gencarkan Pemeriksaan

M Saiful Rohman • Selasa, 27 Mei 2025 | 21:33 WIB

PENCEGAHAN: Petugas dari Dinas Pangan dan Pertanian Sidoarjo saat memeriksa kesehatan sapi kurban. (M SAIFUL ROHMAN/RADAR SIDOARJO)
PENCEGAHAN: Petugas dari Dinas Pangan dan Pertanian Sidoarjo saat memeriksa kesehatan sapi kurban. (M SAIFUL ROHMAN/RADAR SIDOARJO)

RADAR SIDOARJO - Menjelang Hari Raya Idul Adha, Dinas Pangan dan Pertanian (Dispaperta) Sidoarjo intensif melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban di sejumlah lapak penjualan.

Salah satu lokasi yang menjadi fokus pemeriksaan adalah kawasan Jalan Lingkar Timur, yang dikenal sebagai sentra penjualan sapi dan kambing.

Fungsional Medik Veteriner Muda sekaligus Subkoordinator Kesehatan Hewan Dispaperta Sidoarjo, Rina Vitriasari, menjelaskan bahwa pengawasan dilakukan di seluruh kecamatan.

Pemeriksaan difokuskan untuk memastikan hewan kurban bebas dari penyakit menular, khususnya penyakit zoonosis yang dapat ditularkan ke manusia.

"Kami menjamin kepada masyarakat bahwa hewan kurban yang dijual di Sidoarjo dalam kondisi sehat dan bebas dari penyakit berbahaya, terutama penyakit yang bisa menular ke manusia," ujarnya saat ditemui Radar Sidoarjo, Selasa (27/5).

Dua jenis penyakit yang menjadi fokus pengawasan adalah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta Lumpy Skin Disease (LSD).

Kedua penyakit tersebut masih ditemukan di beberapa wilayah Kabupaten Sidoarjo, sehingga lalu lintas ternak menjadi perhatian utama.

"Karena penyakit itu masih ada di wilayah kita, maka pengawasan terhadap ternak yang masuk dan dijual di Sidoarjo terus kami lakukan," tambahnya.

Rina menuturkan, sekitar 90 persen hewan kurban di Sidoarjo didatangkan dari luar daerah.

Oleh karena itu, pengawasan ketat terhadap distribusi ternak sangat penting guna mencegah penyebaran penyakit.

Dalam pemeriksaan di salah satu lapak di Jalan Lingkar Timur, tim Dispaperta tidak menemukan tanda-tanda penyakit menular. Hanya ditemukan satu ekor sapi yang tampak lemah, namun kondisinya masih tergolong aman.

"Ada satu sapi yang terlihat lemas, tetapi hasil identifikasi menunjukkan tidak mengidap penyakit menular. Jika kondisinya tidak memburuk dalam beberapa hari ke depan, maka masih aman untuk dikurbankan," pungkasnya. (sai/vga)

 

Editor : Vega Dwi Arista
#Hewan #Sapi #diperiksa #Lingkar Timur #Penyakit #Kurban