RADAR SIDOARJO - Direktorat Pengendalian Pencemaran Air Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) turun langsung ke Desa Tropodo, Kecamatan Krian, untuk meninjau aktivitas produksi tahu.
Langkah ini dilakukan sebagai respons atas laporan dugaan pencemaran udara dan limbah yang telah sampai ke tingkat pusat.
Trino Ardi, perwakilan dari KLHK, menjelaskan bahwa pengawasan tidak hanya difokuskan pada penggunaan bahan bakar berbasis sampah plastik, tetapi juga pada pengelolaan limbah produksi tahu, terutama limbah kedelai.
“Kami tidak hanya memantau bahan bakar dari sampah, tetapi juga limbah kedelainya. Intinya, pengawasan kami menyeluruh,” ujarnya saat ditemui Radar Sidoarjo, Selasa (20/5).
Trino menyebutkan bahwa pimpinan KLHK di pusat telah menerima laporan awal terkait dugaan pencemaran udara dari kegiatan industri rumahan di kawasan tersebut. Oleh karena itu, tim KLHK diturunkan untuk melakukan verifikasi langsung di lapangan.
“Hari ini kami lakukan pengecekan langsung. Tindak lanjutnya akan diputuskan oleh pimpinan kami di pusat,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Sidoarjo, Bahrul Amig, menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan sejumlah langkah perbaikan terkait pengendalian pencemaran di Desa Tropodo. Salah satunya adalah masa transisi yang dimulai pada Rabu (21/5).
“Dua minggu ke depan akan menjadi masa transisi. Harapannya, wilayah ini bisa segera bebas dari polusi udara,” ujarnya.
Menurut Amig, solusi jangka panjang adalah mendorong pelaku usaha tahu untuk beralih ke bahan bakar ramah lingkungan, seperti gas. Ia menambahkan bahwa proses ini akan dikolaborasikan bersama Pemprov Jawa Timur dan Pemkab Sidoarjo, melalui pengembangan jaringan gas dan pemanfaatan program Corporate Social Responsibility (CSR).
“Gubernur juga siap mendukung penyediaan bahan bakar yang lebih bersih dan aman bagi lingkungan,” pungkasnya. (sai/vga)
Editor : Vega Dwi Arista