Darjo Nyel Ekonomi & Bisnis Features Jatim Kota Delta Kriminal Delta Lifestyle Pendidikan Peristiwa Person of The Year Politika Sport & Health

Sidak Pengusaha Tahu Tropodo, Bupati Sidoarjo Tawarkan Penggunaan Gas

M Saiful Rohman • Minggu, 18 Mei 2025 | 22:48 WIB

 

BAHAN BAKAR: Bupati Sidoarjo Subandi melihat sampah platik yang masih menumpuk di tempat pembuatan tahu Desa Tropodo, Kecamatan Krian. (M SAIFUL ROHMAN/RADAR SIDOARJO)
BAHAN BAKAR: Bupati Sidoarjo Subandi melihat sampah platik yang masih menumpuk di tempat pembuatan tahu Desa Tropodo, Kecamatan Krian. (M SAIFUL ROHMAN/RADAR SIDOARJO)

RADAR SIDOARJO - Bupati Sidoarjo, Subandi, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pengusaha tahu di Desa Tropodo, Kecamatan Krian, Minggu (18/5).

Sidak ini merupakan respons atas mencuatnya isu pencemaran lingkungan akibat penggunaan bahan bakar plastik yang telah menjadi sorotan hingga ke tingkat internasional.

"Berita ini sudah menjadi perhatian internasional, bukan hanya nasional. Karena itu, kami perlu menindaklanjutinya secara serius," ujar Subandi.

Dia menjelaskan bahwa pihak kepolisian telah memberikan waktu tenggang selama satu minggu kepada para pengusaha tahu untuk menghentikan penggunaan bahan bakar plastik. Jika batas waktu tersebut dilanggar, aparat penegak hukum akan mengambil tindakan tegas.

"Saya turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi sebenarnya. Saya tidak ingin UMKM pengusaha tahu ini berhenti beroperasi hanya karena masalah plastik," ujarnya.

Subandi menegaskan bahwa pemerintah mendukung keberlangsungan usaha rakyat. Oleh karena itu, ia membuka ruang dialog dengan para pelaku usaha dan menawarkan solusi alternatif.

"Kami sudah bertemu dengan para pengusaha tahu. Kami beri toleransi dan ajak mereka memilah bahan bakar yang boleh dan tidak boleh digunakan," jelasnya.

Sebagai alternatif, Subandi menawarkan penggunaan bahan bakar kayu atau gas bumi (PGN). Pemkab Sidoarjo juga akan berkoordinasi dengan Pemprov Jawa Timur untuk memberikan subsidi jika pengusaha beralih ke PGN.

"Jika nantinya menggunakan PGN, kami akan koordinasi dengan Gubernur. Skemanya bisa saja 50 persen ditanggung Pemprov, 50 persen oleh Pemkab," terang Subandi.

Ia menegaskan bahwa tujuan utama pemerintah adalah membantu UMKM, termasuk industri tahu di Tropodo. Namun demikian, ia meminta komitmen tegas dari para pengusaha untuk tidak lagi menggunakan plastik atau limbah berbahaya sebagai bahan bakar.

"Jika setelah diberi toleransi dan solusi masih melanggar, maka urusannya akan kami serahkan ke aparat kepolisian," tegasnya.

Sementara itu, salah satu pengusaha tahu di Desa Tropodo, Ferri Andi Kurniawan, menyatakan kesiapannya untuk mematuhi aturan tersebut.

"Otomatis nanti kami tidak boleh menggunakan plastik lagi. Terakhir kami gunakan hari Rabu (22/5) besok," katanya.

Ferri mengungkapkan bahwa selama ini plastik yang digunakan sebagai bahan bakar diperoleh dari pabrik Pakerin. Bahan itu digunakan dalam proses pembakaran untuk produksi tahu.

"Saya punya 25 pegawai. Sekali produksi bisa mencapai 1,5 ton tahu. Produk kami biasanya dikirim ke Surabaya, Krian, dan Gresik," pungkasnya. (sai/vga)

Editor : Vega Dwi Arista
#gas #tahu #Tropodo #bahan bakar #plastik #Bupati