Darjo Nyel Ekonomi & Bisnis Features Jatim Kota Delta Kriminal Delta Lifestyle Pendidikan Peristiwa Person of The Year Politika Sport & Health

Mbah Supinah, Tukang Pijat 91 Tahun yang Akhirnya Berangkat Haji

M Saiful Rohman • Senin, 5 Mei 2025 | 21:11 WIB
LUAR BIASA: Tukang pijat bayi asal Sidoarjo, Mbah Supinah.
LUAR BIASA: Tukang pijat bayi asal Sidoarjo, Mbah Supinah.

RADAR SIDOARJO - Usia tak pernah jadi halangan bagi seseorang yang memegang teguh impiannya. Hal itu dibuktikan oleh warga Gresik, Supinah Rusmini yang akhirnya berangkat ke Tanah Suci untuk menunaikan ibadah haji.

Perempuan 91 tahun yang akrab disapa Mbah Supinah itu dikenal sebagai tukang pijat bayi. Meski langkahnya kini tak lagi sekuat dulu, semangatnya tetap menyala terang.

Mbah Supinah tergabung dalam kloter 10 yang diberangkatkan dari Embarkasi Surabaya. Dia terbang ke Arab Saudi pada Minggu (4/5) malam menggunakan maskapai Saudi Airlines nomor penerbangan SV 5271.

Dia tidak sendirian. Putra keenamnya, M Ghufron turut mendampingi sebagai pendamping lansia dalam rombongan tersebut. "Insya Allah kondisi ibu sehat dan stabil, hanya pendengarannya yang sudah menurun, dan beliau ada darah tinggi yang perlu terus kami awasi," ucapnya.

Nama Mbah Supinah menjadi sorotan karena tercatat sebagai jemaah tertua dalam kloter itu. Di usianya yang sudah memasuki hampir satu abad, ia tetap antusias menjalani setiap proses keberangkatan.

Menurutnya, ibunya mulai menabung sejak dua dekade lalu. Dari hasil memijat, ia mengumpulkan uang hingga Rp 25 juta dan mendaftar haji pada 2019.

"Kami dibantu dengan prioritas lansia, jadi berangkatnya lebih cepat dari estimasi semula, yang seharusnya tahun 2030," jelasnya.

Profesi pijat bayi digeluti Mbah Supinah lebih dari 50 tahun. Di masa mudanya, ia juga dikenal sebagai dukun bayi di desanya.

Bahkan hingga kini, ia masih rutin memijat. “Pijat anak-anak itu tidak lama, sekitar 10 menit selesai,” ungkap Mbah Supinah.

Mbah Supinah mengaku hidup dengan sederhana, tapi tekadnya untuk berhaji tak pernah pudar. Dia menyimpan keinginan suci itu sejak masa mudanya.

“Sejak muda saya sudah ingin haji, tapi saat itu anak saya sembilan, semua masih butuh biaya,” kenangnya.

Kini anak-anaknya sudah mandiri dan jalan menuju Baitullah akhirnya terbuka. Sebelum naik pesawat, Mbah Supinah berpesan kepada semua orang yang punya mimpi besar.

"Kalau punya keinginan, jangan ragu, mintalah kepada Gusti Allah, tidak ada yang bisa menghalangi jika Allah sudah berkehendak,” pesan pungkasnya. (sai/vga)

Editor : Vega Dwi Arista
#Berangkat #Haji #pijat #Usia #tukang