Darjo Nyel Ekonomi & Bisnis Features Jatim Kota Delta Kriminal Delta Lifestyle Pendidikan Peristiwa Person of The Year Politika Sport & Health

Kepergian Michael Ekklesia, Mahasiswa Tewas di Rumahnya Buduran Sidoarjo Meninggalkan Duka Mendalam bagi Unesa

Rahmat Sudrajat • Jumat, 11 April 2025 | 01:35 WIB
SAAT MASIH HIDUP: Michael Ekklesia (dua dari kanan) bersama teman-teman kuliah saat bersilahturahmi ke rumah dosennya saat Lebaran Idul Fitri kemarin. (IST)
SAAT MASIH HIDUP: Michael Ekklesia (dua dari kanan) bersama teman-teman kuliah saat bersilahturahmi ke rumah dosennya saat Lebaran Idul Fitri kemarin. (IST)

RADAR SIDOARJO - Pimpinan dan keluarga besar Universitas Negeri Surabaya (Unesa) berduka. Salah satu mahasiswa terbaiknya yang dikenal aktif di kampus, Michael Ekklesia ditemukan meninggal dunia di rumahnya di kawasan Perumahan Surya Residence, Buduran, Sidoarjo, Rabu (9/4). 

Kepergiannya meninggalkan duka yang mendalam bagi keluarga, teman-teman kuliah, dosen, dan korprodinya di kampus. 

Ekklesia merupakan mahasiswa S-1 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) Unesa. Ia baru saja menyelesaikan tugas akhir, skripsi dan sudah submit jurnal sebagai syarat kelulusan. 

Bahkan nilai skripsinya sudah keluar dan indek prestasi kumulatif atau IPK-nya juga sudah keluar. IPK-nya 3,71. Almarhum termasuk mahasiswa yang santun, dan dekat dengan dosen-dosennya di kampus. 

Salah satu dosennya, Oksiana Jatiningsih merasa berduka dan amat kehilangan mendapat kabar kepergian mahasiswanya tersebut. Padahal, almarhum baru saja datang bersilaturahmi ke rumahnya pada momen Lebaran Idul Fitri kemarin. 

“Anaknya Lebaran ke sini. Itu hari Sabtu kemarin. Kita lama ngobrolnya, di situ juga ada mahasiswa beda angkatan yang datang ke sini. Anaknya seperti biasa, ceria dan ngobrol banyak hal sampai empat jam lamanya di rumah,” kata Oksiana, Kamis (10/4).

Dalam pertemuan terakhirnya tersebut, almarhum menyampaikan juga ingin berkunjung dan bersilaturahmi ke dosen-dosennya yang lain. Berhubung belum menemukan waktu yang pas, karena almarhum juga sambil kerja, niatnya tersebut belum kesampaian. 

“Saya kaget dan terpukul dapat kabar kepergiannya. Padahal kemarin bercanda lepas dan ketawa bareng di rumah. Selama ini anaknya baik dan berkesan. Aktif dan inisiatif orangnya. Anaknya sopan, dan kalau panggil saya itu dengan sebutan bunda,” jelasnya.

Atas kepergiannya itu, Unesa melalui Subdirektorat Mitigasi Crisis Center (SMCC) hadir ke rumah duka dan bertemu dengan keluarga almarhum. Tim Unesa menyampaikan kesan-kesan tentang almarhum dan menguatkan keluarga yang ditinggalkan. 

“Kami sangat berduka dan merasa kehilangan atas kepergian almarhum, mahasiswa yang baik, punya motivasi, dan suka bergaul,” tutur tim SMCC Unesa, Wiryo Nuryono.

Dosen prodi Bimbingan Konseling Unesa itu mengajak mahasiswa dan civitas untuk tidak memikirkan bebannya sendiri. Mahasiswa harus berani menceritakan dan berbagi mengenai persoalan atau tantangan hidup yang dihadapinya, baik itu masalah keluarga, pekerjaan, pertemanan, pasangan, pun kaitannya dengan perkuliahan. 

“Terlepas kita itu perempuan atau laki-laki, bisa banget kok curhat atau berbagi. Unesa sudah siapkan layanan curhat yang bisa digunakan mahasiswa untuk berbagi seputar masalah hidupnya. Kami juga ada tim konselor dan psikolog untuk meringankan beban mental mahasiswa,” beber Wiryo. 

Selain layanan curhat dan konseling, Unesa juga rutin menjalankan program penguatan kesehatan mental mahasiswa di semua program studi dan fakultas. Selain itu, ada kelas kesehatan mental, dan tim dosen bimbingan konseling di semua program studi untuk mahasiswa. 

“Setiap semester, kami juga ada program identifikasi kesehatan mental mahasiswa di semua prodi. Ada pojok curhat, di mana mahasiswa bisa curhat apapun tentang masalah hidupnya,” pungkasnya. (rmt/vga)

Editor : Vega Dwi Arista
#Mahasiswa #unesa #Buduran #Tewas #dosen