Darjo Nyel Ekonomi & Bisnis Features Jatim Kota Delta Kriminal Delta Lifestyle Pendidikan Peristiwa Person of The Year Politika Sport & Health

Sepanjang 2024, 543 Kasus Kebakaran Terjadi di Sidoarjo, Wilayah Krian Paling Sering

Diky Putra Sansiri • Minggu, 5 Januari 2025 | 21:38 WIB
DAMKAR: Salah satu peristiwa kebakaran yang terjadi di Sidoarjo. (DIKY PUTRA SANSIRI)
DAMKAR: Salah satu peristiwa kebakaran yang terjadi di Sidoarjo. (DIKY PUTRA SANSIRI)

SIDOARJO - Jumlah kejadian kebakaran di Sidoarjo pada 2024 meningkat dibandingkan tahun sebelumnya, meski lonjakan ini tidak signifikan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sidoarjo mencatat sebanyak 543 kasus kebakaran terjadi sepanjang Januari hingga Desember 2024.

Dari total kasus tersebut, kebakaran lahan kosong, lahan tebu, dan lahan terbuka menjadi yang paling dominan dengan 378 kasus. Selain itu, kebakaran di rumah tinggal, tempat usaha, dan industri juga menunjukkan peningkatan.

Kepala BPBD Sidoarjo, Mustain Baladan, membenarkan bahwa kebakaran yang terjadi selama 2024 mencapai ratusan.
“Ada 543 kasus kebakaran di Sidoarjo, dengan kebakaran lahan kosong mencapai 378 kasus,” ujar Mustain, Minggu (5/1).

Ia menjelaskan, kebakaran lahan kosong kerap terjadi akibat musim kemarau yang berkepanjangan. Cuaca panas membuat ilalang dan material mudah terbakar.
“Selain lahan kosong, kebakaran juga terjadi di industri, perkantoran, tempat usaha dagang, kendaraan bermotor, dan rumah,” tambahnya.

Rincian Kasus Kebakaran

Penyebab kebakaran bervariasi, mulai dari korsleting listrik, kebocoran gas, hingga suhu udara panas.

Dalam beberapa insiden kebakaran, terdapat korban luka hingga korban jiwa. Salah satu korban meninggal dunia akibat kebakaran terjadi di wilayah Kecamatan Taman.
“Korban luka juga tercatat di Waru, Sukodono, dan Krian. Wilayah dengan kasus kebakaran terbanyak adalah Krian, dengan 76 kasus sepanjang 2024,” ungkap Mustain.

Bulan dengan kasus kebakaran tertinggi adalah September, dengan total 114 kasus di seluruh Sidoarjo. Faktor-faktor seperti dampak El Nino, kesalahan manusia (human error), dan korsleting listrik menjadi penyebab utama lonjakan kasus.

Upaya Mitigasi BPBD

Mustain menambahkan, BPBD Sidoarjo aktif melakukan berbagai upaya mitigasi. Salah satunya dengan membentuk relawan pemadam kebakaran di tingkat desa serta mengadakan sosialisasi dan simulasi penanganan kebakaran.
“Kami terus memberikan edukasi kepada masyarakat, mulai dari langkah pencegahan hingga penanganan pasca-kebakaran, untuk meminimalkan dampak bencana,” jelasnya.

Ia juga menyoroti kerugian material yang signifikan, terutama pada sektor industri. Salah satu kasus terbesar terjadi pada Juli 2024, ketika sebuah pabrik di kawasan Buduran terbakar hebat.

Sebagai perbandingan, pada 2023, BPBD Sidoarjo mencatat 539 kasus kebakaran, dengan 378 di antaranya terjadi di lahan kosong. Krian juga menjadi wilayah dengan kasus kebakaran tertinggi, yaitu 75 kasus pada 2023.

Langkah-langkah preventif diharapkan mampu meredam lonjakan kasus kebakaran di Sidoarjo pada tahun-tahun mendatang. (dik/vga)

Editor : Vega Dwi Arista
#BPBD #kasus #Krian #Kebakaran #Damkar