SIDOARJO - Desa Gelam Kecamatan Candi menjadi lokasi kunjungan dari Komando Resort Militer 084/Bhasakara Jaya (Korem 084/BJ) untuk mengecek ketahanan pangan dan perkembangan UMKM. Kegiatan tersebut dipimpin oleh Mayor Inf Erick Cahya Moestika, Pasilat Siops Korem 084/BJ, didampingi Kepala Desa Gelam, Muchammad Muslich.
Terdapat pula 30 personel dari Korem, Kodim, Koramil Candi, Linmas dan perangkat desa. Termasuk Ibu-ibu anggota KWT (Kelompok Wanita Tani).
Kepala Desa Gelam, Muchammad Muslich mengaku optimistis dengan perkembangan desa yang ia pimpin. Dia yakin Desa Gelam akan semakin maju.
"Alhamdulillah Desa Gelam terus berkembang, jadi kita untuk berupaya di Pokmas (Kelompok Masyarakat) itu yang sudah bisa jadi maju mandiri," ucapnya kepada Radar Sidoarjo, Jumat, (15/11).
Patroli yang dilakukan mencakup pengecekan terhadap kegiatan pertanian dan ketahanan pangan yang melibatkan wanita tani di Desa Gelam.
Mayor Inf Erick Cahya Moestika mengunjungi beberapa lokasi. Seperti rumah milik Tri Rahmat Wibowo, yang aktif mengembangkan usaha pertanian dan peternakan untuk ketahanan pangan desa. Termasuk situs Doro yang menjadi kebanggaan warga Desa Gelam.
"Salah satu program ketahanan pangan yang dikunjungi adalah kegiatan hidroponik dan beternak ayam, yang berfungsi untuk mendukung ekonomi lokal, dengan adanya inisiatif seperti ini, perekonomian warga desa Gelam dapat berputar secara mandiri, mengurangi ketergantungan terhadap bahan pangan dari luar desa," ujarnya.
Erick menjelaskan, kehadirannya di Desa Gelam merupakan bagian dari Operasi Perlawanan Wilayah (Opswanwil), yang berfokus pada pengawasan dan pengamanan. Tujuannya untuk meningkatkan kerja sama antara TNI dan masyarakat dalam menjaga kondusivitas menjelang Pilkada.
Menurutnya, hal tersebut cukup penting untuk dilakukan. Karenaya ia turun langsung ke lapangan guna mengecek kondisi.
"Harapannya kegiatan ini terjaga, sehingga kedepan apa yang dicita-citakan semua bisa berdampak positif bagi seluruh rakyat," katanya.
Ketua KWT Desa Gelam, Sri Astuti Ningsih mengungkapkan, pertemuan yang diadakan setiap bulan itu bertujuan untuk memperkuat kolaborasi KWT yang ada di setiap RT. Salah satu program unggulan yang sedanh dijalankan adalah penanaman hidroponik dan peternakan.
"Seperti kolam lele serta ternak bebek, yang.kami harapkan bisa meningkatkan ketahanan pangan dan perekonomian desa," bebernya.
Kegiatan itu juga sejalan dengan program Kampung Pancasila yang telah diterapkan di Desa Gelam. Yang menekankan pada ketahanan pangan dan pemberdayaan masyarakat.
"Dengan mengembangkan usaha UMKM yang berbasis pada produk lokal, seperti sayur dan ikan, warga dapat mengurangi ketergantungan pada produk luar dan memperkuat perekonomian desa," terangnya.
"Kami berharap, ketahanan pangan di Desa Gelam terus berkembang dan memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat, selain itu, inovasi yang terus berkembang, seperti pengolahan hasil pertanian untuk produk olahan seperti jus dan roti, diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup warga Desa Gelam," pungkasnya. (nas/sai/vga)
Editor : Vega Dwi Arista