SIDOARJO – Pemdes Desa Boro, Kecamatan Tanggulangin menyelenggarakan lomba mancing dengan hadiah total mencapai Rp 108 juta. Tak hanya itu, panitia juga menyediakan doorprize berupa satu unit sepeda motor untuk peserta.
Kegiatan itu menarik perhatian ribuan warga. Mereka langsung memenuhi pesisir sungai lokasi lomba pemancingan.
Dalam pantauan Radar Sidoarjo, terlihat suasana meriah di lokasi lomba. Ribuan peserta tampak bersemangat mengikutsertakan diri dalam lomba mancing yang digelar. Mereka tampak sangat menikmati kegiatan, menunjukkan antusiasme dari masyarakat.
Sekretaris Desa Boro, Fajar Mardianto mengatakan, pihaknya memilih lomba mancing karena untuk memanfaatkan potensi alam. Dimana di Desa Boro potensi paling kuat adalah sungai itu sendiri.
"Warga sangat senang, dimana lombanya saja gratis ditambah hadiahnya yang fantastis," ucapnya, Minggu, (25/8).
"Kegiatan ini nantinya dapat menghidupkan perekonomian masyarakat," imbuhnya.
Ketua Panitia Lomba Mancing, H Abdurrohman menjelaskan, lomba tersebut merupakan agenda tahunan yang digelar untuk memperingati kemerdekaan Republik Indonesia.
"Kegiatan lomba mancing ini sudah kami gelar sejak tahun 2016, jadi sudah sekitar delapan hingga sembilan tahun," jelasnya.
Sejak dimulai, lomba tahunan itu terus mengalami perkembangan signifikan dalam hal peserta dan hadiah. Hal itu menunjukkan, lomba sangat dinanti dan disambut baik oleh masyarakat Desa Boro.
"Dulu lomba ini diikuti dengan peserta sekitar 1.000 orang, sekarang, jumlah peserta telah mencapai sekitar 2.100 orang," ungkapnya.
Hadiah lomba juga mengalami peningkatan yang signifikan. Dimana untuk hadiah juara pertama adalah Rp 50 juta, juara kedua Rp 20 juta, dan juara ketiga Rp 10 juta selebihnya untuk posisi di bawahnya juga tidak kalah menarik.
Panitia menyiapkan ikan lele dalam jumlah besar, sekitar delapan hingga 10 ton, yang ditebar di kali untuk lomba. Ikan yang disediakan termasuk ikan lele dengan bobot terbesar mencapai 10 kilogram.
Dengan besarnya ikan yang ditebar, memberikan tantangan bagi para peserta yang turut memeriahkan lomba. Untuk anggarannya sendiri berasal dari donasi warga Desa Boro.
"Alhamdulillah, kegiatan tahun ini lebih semarak dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, warga sangat antusias," tutupnya.
Salah satu peserta, M Jumasari, mengungkapkan rasa senangnya mengikuti lomba mancing. Dia merasa puas karena selain gratis, lomba ini juga sesuai dengan hobinya.
"Saya sangat menikmati lomba ini. Kalah atau menang itu biasa saja, yang penting saya tidak rugi karena lombanya gratis. Bahkan, hasil ikan yang didapat juga boleh dibawa pulang," pungkasnya.
Kegiatan itu menunjukkan semangat gotong royong dan solidaritas masyarakat Desa Boro dalam mendukung kegiatan yang memperingati kemerdekaan Republik Indonesia. Antusiasme dan dukungan yang tinggi dari warga menjadi faktor penting dalam kesuksesan acara. (sai/vga)
Editor : Vega Dwi Arista