Darjo Nyel Ekonomi & Bisnis Features Jatim Kota Delta Kriminal Delta Lifestyle Pendidikan Peristiwa Person of The Year Politika Sport & Health

Subandi Ancam Tutup Ponpes Al-Mahdiy di Buduran Sidoarjo Jika Terbukti Ada Pengaruh Negatif ke Masyarakat

M Saiful Rohman • Sabtu, 22 Juni 2024 | 00:19 WIB

 

  

BERGEJOLAK : Puluhan poster tuntutan warga untuk menutup Pondok Pesantren Al-Mahdiy. (DIKY PUTRA SANSIRI/RADAR SIDOARJO)   
BERGEJOLAK : Puluhan poster tuntutan warga untuk menutup Pondok Pesantren Al-Mahdiy. (DIKY PUTRA SANSIRI/RADAR SIDOARJO)  

SIDOARJO - Kasus dugaan asusila yang terjadi di Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Mahdiy, Desa Pagerwojo membuat warga geram. Buntutnya, warga meminta agar Ponpes tersebut segera ditutup.

Menanggapi kasus tersebut, Plt Bupati Sidoarjo Subandi akan memanggil pihak ponpes untuk diajak komunikasi. Hal tersebut cukup penting untuk mengetahui apa yang sedang terjadi.

"Kami sebagai pimpinan daerah, bila ada permasalahan apalagi di ponpes, Insyallah nanti kami panggil, kami ajak komunikasi," ucapnya, Jumat (21/6).

Dia tidak ingin, kasus yang terjadi berdampak negatif terhadap masyarakat. Oleh karenanya, ia akan mencoba melakukan pendekatan dengan komunikasi secara langsung.

"Harapan saya nanti ada pendekatan, kita panggil, nanti kita tanyakan, kalau di situ pondok tersebut mengganggu masyarakat terutama di lingkungan ya mau apa lagi," katanya.

Menurut Subandi, ponpes didirikan tujuannya adalah untuk mendidik anak bangsa. Sehingga ia geram bilamana etika buruk terjadi di lingkungan Ponpes.

"Kasihan anak-anak, orang tua itu menitipkan di pondok pesantren tujuannya itu untuk membangun pondasi, terutama dalam hal agama," jelasnya.

Tentu hal tersebut sangat menyakitkan bagi orang tua. Bilamana diketahui pengasuh ponpes tidak mempunyai moral yang baik.

Oleh karena itu, pihaknya tidak akan membiarkan kasus tersebut terus terjadi. Sebab ia tidak ingin kasus negatif itu meluber dan memberi pengaruh buruk ke masyarakat.

"Akan kita panggil, bila terjadi betul, ya sudah akan saya perintahkan penutupan terhadap ponpes tersebut," tegasnya.

Sementara itu, Kasi Pondok Pesantren, Kemenag Sidoarjo, Moh Sholehuddin mengaku belum mengetahui kasusnya secara detail. Pihaknya masih menunggu informasi yang lebih akurat.

"Nanti kita konsultasikan dan pelajari kasusnya untuk ditindaklanjuti," pungkasnya.

Seperti diketahui, warga Desa Pagerwojo, Kecamatan Buduran memasang puluhan spanduk di RT 20/RW 05 Jalan H Ali Mas'Ud, Dusun Ngemplak, sejak Kamis (20/6). Isinya menuntut Pondok Pesantren (Ponpes) Al Mahdiy untuk segera ditutup selamanya.

Warga menilai kegiatan di ponpes itu sudah mengganggu kenyamanan dan meresahkan masyarakat. Bahkan diduga pengurus ponpes telah melakukan tindakan asusila kepada santriwatinya. (sai/vga)

Editor : Vega Dwi Arista
#Pondok Pesantren #warga #Santri #Buduran #meresahkan