Darjo Nyel Ekonomi & Bisnis Features Jatim Kota Delta Kriminal Delta Lifestyle Pendidikan Peristiwa Person of The Year Politika Sport & Health

Keterkaitan Antara Polusi Udara dan Perubahan Iklim di Sidoarjo: Tantangan dan Solusi

Vega Dwi Arista • Jumat, 10 Mei 2024 | 17:22 WIB

 

LANGGANAN : Kondisi Perempatan Gedangan Sidoarjo yang sering macet dan akibatkan polusi udara. (IST)
LANGGANAN : Kondisi Perempatan Gedangan Sidoarjo yang sering macet dan akibatkan polusi udara. (IST)

Polusi udara dan perubahan iklim merupakan ancaman terhadap kesehatan penduduk Sidoarjo. Hal itu memerlukan respon yang melibatkan kebijakan dan tindakan lintas sektoral.

Semua masyarakat bisa merasakan perubahan iklim yang berdampak pada semua sistem yang menjadi sandaran kesehatan masyarakat. Konsekuensinya sangat beragam, dari adanya ketidaknyamanan masyarakat saat beraktivitas di luar, dan polusi udara yang semakin meningkat.

Polusi udara masih merupakan risiko lingkungan terbesar yang dapat mengubah kesehatan masyarakat. Polusi udara yang disebabkan oleh manusia dikaitkan dengan timbulnya dan eksaserbasi beberapa penyakit kronis, seperti penyakit kardiovaskular dan pernapasan.

Selain itu, mereka mempunyai lebih sedikit akses terhadap ruang hijau dan biru, sehingga berdampak terhadap polusi udara dan tekanan panas. Polusi udara dan perubahan iklim sangat berkaitan satu sama lain karena spesies kimia yang menyebabkan penurunan kualitas udara sering kali dikeluarkan.

Selain risiko besar terhadap populasi yang terkait dengan polusi udara dan perubahan iklim, keduanya dapat memperburuk dampak yang lain. Kondisi yang lebih kering dan panas dapat menyebabkan tingginya polusi udara secara umum. Khususnya ozon yang tinggi, dengan meningkatkan laju produksi fotokimia.

Pemulihan dampak pencemaran udara dapat dengan cara, membersihkan bagian-bagian lingkungan di Sidoarjo yang tercemar, dan sejalan dengan adanya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Pemulihan akibat pencemaran udara terjadi paling lambat 30 hari setelah ditemukannya pencemaran udara.

Harusnya Pemerintah Kabupaten Sidoarjo melakukan kegiatan yang membuat berkurangnya polusi udara untuk mengatasi tantangan ganda dari polusi udara dan perubahan iklim ini.  Caranya, membuat taman di setiap desa, memelihara, dan memperluas ruang hijau.

Hal ini dapat membantu menyerap polutan udara dan mengurangi panasnya cuaca di Sidoarjo, dan menyediakan banyak tempat sampah supaya tidak ada lagi masyarakat yang membakar sampah sembarangan.

Seperti yang terjadi di beberapa daerah di Sidoarjo juga menjadi sumber polusi udara. Terutama di daerah yang berdekatan dengan pabrik dan jalanan yang sering terjadi kemacetan. Contoh salah satunya adalah di perempatan Kecamatan Gedangan Sidoarjo. Di situ setiap hari jalanan macet dan banyak transportasi besar yang mengakibatkan polusi udara semakin tercemar.

Dan tanpa disadari beberapa masyarakat masih sering membuang sampah dengan cara membakar sampah. Hal ini juga berpengaruh terhadap polusi udara yang akan tercemar. (*)

Oleh :

Amalia Dwi Novianti, Mahasiswa Prodi  Administrasi Publik, Fakultas  Bisnis, Hukum, dan Ilmu Sosial, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo.

Editor : Vega Dwi Arista
#polusi udara #iklim #Pemkab Sidoarjo #Pernapasan #Kebijakan #solusi