SIDOARJO - UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) UD. Madura Koong yang berlokasi di Jalan Alam Pesona 2, Dusun Sidorame, Desa Sidorejo, Kecamatan Krian ini bergerak di bidang pakan burung. Usaha ini dirintis 1994 oleh Jali dan Istinah.
Saat ini usaha tersebut diteruskan Muhammad Puko Danu, putra dari pasangan Jali dan Istinah.
Di tangan Puko, begitu Muhammad Puko Danu kerap disapa, produk tersebut berhasil dipasarkan hingga ke seluruh Jawa, Bali dan Kalimantan.
Harga jual pakan burung Madura Koong dibandrol sangat terjangkau. Yakni hanya Rp 8.500 hingga Rp 9.500.
Harga tersebut tergantung pada bahan yang digunakan. Namun, harga jual dipasaran bisa mencapai Rp 10 ribu hingga Rp 14 ribu tergantung lokasi pemasarannya.
"Kalau di luar Jawa harga lebih tinggi dibandingkan di Jawa," kata Puko.
Dari usaha turun-temurun ini, Puko mampu memproduksi hingga satu ton per hari. Dia dibantu sembilan karyawan yang berasal dari warga sekitar.
Produk Madura Koong ini terdiri lima varian. Di antaranya, Kenari Super, Grent Multi Super, Jayandaru, Terkuku Super, dan Cendet Super.
"Awalnya dulu hanya jual pakan burung perkutut saja, kemudian berjalannya waktu semakin bertambah untuk lima jenis burung," ujar Puko.
Hasilnya, Puko mampu meraih omset hingga Rp 120 juta per bulan.
"Pemasarannya melalui agen besar dan menyuplai ke toko-toko kecil. Sekarang mulai merambah di Online, baik Instagram Facebook maupun Tik-Tok," pungkasnya. (dik/vga)
Editor : Vega Dwi Arista