CANDI - Dalam rangka merayakan ruwah Desa Gelam, Kecamatan Candi, Sidoarjo, pagelaran wayang yang dipentaskan oleh dalang Hasan digelar dengan meriah.
Acara itu berlangsung di situs Doro pada Minggu, 3 Maret 2024. Selain itu, adanya tumpeng juga menjadi bagian dari rangkaian kegiatan yang diselenggarakan.
Kepala Desa Gelam Muchammad Muslich menyampaikan bahwa antusiasme warga sangat tinggi dalam menyambut ruwah Desa Gelam. Meskipun cuaca hujan, semangat warga untuk mengikuti acara tetap membara.
"Warga Desa Gelam begitu semangat berduyun-duyun tumpek blek ke situs Doro meskipun cuaca hujan tetap warga begitu semangat mengikuti ruwah Desa Gelam," ujarnya.
Antusiasme warga terlihat saat berebut makanan dan perlengkapan rumah tangga yang disiapkan. Berbagai jenis makanan seperti buah, sayuran, peralatan dapur, dan jajan pasar disajikan dalam tumpeng.
Selain itu, beberapa perlengkapan dan makanan yang diletakkan di atas tenda menambah kegembiraan masyarakat.
Muslich menegaskan pentingnya menjaga dan melestarikan budaya adat Desa Gelam.
"Karena adat budaya Desa Gelam begitu melekat tidak akan mungkin terhapus maka dari itu kita lestarikan budaya kita sesuai amanat-amanat bahwa dari tokoh masyarakat, setidaknya cara budaya adat kita lestarikan," katanya.
Baca Juga: Persami Desa Gelam Sidoarjo, Peringati Hari Pahlawan
Acara ruwah Desa Gelam dimulai dari pagi hari dengan doa bersama dan berbagai kegiatan ruwatan hingga sore hari. Di malam harinya, acara dilanjutkan dengan pembacaan doa bersama, surat Yasin, dan tahlil bersama untuk mendoakan keselamatan dan keberkahan bagi seluruh warga desa Gelam.
"Tujuannya, bersyukur terhadap nikmat sudah yang disiapkan kepada Allah SWT, kita tidak boleh merusak alam ini seharus kita jaga," tambahnya.
Muslich juga menegaskan pentingnya gotong royong dalam menjaga kesejahteraan masyarakat dan kelestarian desa untuk generasi mendatang.
"Harapan kita tetap gotong royong kompak untuk menjaga desa ini agar meningkatkan kesejahteraan masyarakat kedepannya dan generasi penerus tetap jalan," pungkasnya. (nis/vga)
Editor : Vega Dwi Arista