SIDOARJO - Naiknya harga sembako mulai dirasakan oleh masyarakat. Mereka mengaku harus mengeluarkan uang ekstra belanja untuk kebutuhan pokok sehari hari.
Salah seorang warga Kecamatan Waru, Putri Kusyantini mengeluh akan naiknya sejumlah bahan pokok di pasar. Sehingga melambungnya harga tersebut membuat ia merasa keberatan.
Apalagi ia merupakan warga perantau yang harus benar-benar menghemat keuangannya. Karena itu ia ingin pemerintah dapat segera mengatasi naiknya harga sembako tersebut.
"Banyak kebutuhan yang harus dipenuhi, apalagi harga sembako agak naik, lumayan berat," ucap perantau asal Lamongan tersebut, Minggu (18/2).
Dia berharap harga sembako dapat segera turun. Sehingga tak menjadi beban tambahan bagi warga pendatang.
Sementara itu, Pj Gubernur Jawa Timur, Adhy Karyono telah meninjau langsung stok bahan pokok di Pasar Larangan, Sabtu, (17/2) kemarin.
Dia ingin memastikan harga pangan stabil dan terkendali.
Karena itu ia menyampaikan agar masyarakat tak khawatir akan masalah itu.
Dia memastikan seluruh stok bahan pokok tersedia dan harga berjalan kembali normal.
"Saya senang semua leading sektor melakukan operasi pasar terpadu bersama-sama, setelah kita sidak, semua stok bahan pokok tersedia dan beberapa harga kita lihat masih normal," katanya saat sidak Pasar Larangan, Kecamatan Candi.
Kendati demikian, saat sidak, Adhy menemukan beberapa sembako yang mengalami kenaikan di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).
Misalnya pada beras yang awalnya Rp 11.335 per kilogram menjadi Rp 11.817 per kilogram.
Kemudian bawang putih mengalami kenaikan Rp 4 ribu, awalnya hanya Rp 36 ribu kini menjadi Rp 40 ribu. Lalu ada juga cabai rawit yang mengalami kenaikan sekitar 10 persen, harga yang awalnya Rp 75 ribu menjadi Rp 85 ribu.
"Akan kami gelar seperti pasar murah, subsidi transportasi, sampai dengan penindakan jika ada pelanggaran," pungkasnya. (sai/vga)
Editor : Vega Dwi Arista