SIDOARJO - Ratusan hektare lahan sawah milik petani warga Desa Bakungtemenggungan, Kecamatan Balongbendo kehabisan pasokan air irigasi.
Hal tersebut karena tanggul sungai yang ada di Desa Kramat Temenggung Kecamatan Tarik jebol beberapa hari kemarin.
Tidak hanya di Desa Kramat Temenggung, tanggul sungai juga jebol di beberapa titik. Seperti di area persawahan Desa Mlirip Rowo.
Akibat musibah tersebut membuat persawahan Desa Bakungtemenggungan tak mendapatkan aliran air sungai.
Karena seluruh air meluber ke persawahan warga Kecamatan Tarik. Sehingga dampaknya ratusan hektare sawah petani mengalami kekeringan dan terancam gagal tanam.
Ketua Kelompok Tani Desa Bakungtemenggungan, Nasukan mengatakan, terdapat kurang lebih sekitar 150 hektare sawah yang dapat dikelola.
Sisanya tidak bisa dilakukan penanaman karena kurangnya aliran air.
"Bukannya kurang air, tapi tidak ada, airnya itu tidak sampai mengalir ke sawah," ucapnya.
Menurut Nasukan, minimnya pasokan air terindikasi dari banyaknya titik tanggul yang jebol.
Setiap kali dilakukan perbaikan tanggul secara swadaya oleh para petani, tanggul kerap kali mengalami jebol.
Hal tersebut terindikasi karena tanah penahan tanggul irigasi sangat tipis.
Baca Juga: Disnaker Sidoarjo Ikutkan 9.255 Petani Jadi Peserta BPJS Ketenagakerjaan
Sehingga tidak mampu menahan debit air yang mengalir ke area persawahan warga Bakungtemengunggan.
"Setiap kali dilakukan perbaikan, akan jebol lagi di lokasi lainnya, karena tanah penahannya ini tipis," jelasnya.
Para petani hanya bisa berharap, tanggul penahan saluran irigasi tersebut dapat diperbaiki secepatnya. Agar saluran air kembali lancar dan mereka dapat segera bercocok tanam.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi C DPRD Sidoarjo Suyarno mengatakan, untuk mengatasi tanggul saluran irigasi yang jebol itu harus dilakukan pengurukan.
Jika tidak, saat dilakukan perbaikan pelengsengan yang jebol, tidak akan bisa bertahan lama, lantaran tanah penahannya tipis.
"Tanggulnya harus kita uruk lagi, jadi kalau dibangun pelengsengan agar bisa kuat," katanya.
Pihaknya juga sudah mendorong dinas terkait untuk segera melakukan normalisasi sungai dan segera melakukan perbaikan terhadap tanggul yang jebol.
Hal tersebut dilakukan agar petani dapat segera melakukan pencocokan tanam. (sai/vga)
Editor : Vega Dwi Arista