Darjo Nyel Ekonomi & Bisnis Features Jatim Kota Delta Kriminal Delta Lifestyle Pendidikan Peristiwa Person of The Year Politika Sport & Health

Disnaker Sidoarjo Ikutkan 9.255 Petani Jadi Peserta BPJS Ketenagakerjaan

M Saiful Rohman • Selasa, 14 November 2023 | 00:55 WIB

 

ANGGARAN: Kepala Dinas Tenaga Kerja Sidoarjo Ainun Amalia secara simbolis ikutkan petani menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. (M SAIFUL ROHMAN/RADAR SIDOARJO)
ANGGARAN: Kepala Dinas Tenaga Kerja Sidoarjo Ainun Amalia secara simbolis ikutkan petani menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. (M SAIFUL ROHMAN/RADAR SIDOARJO)
 

SIDOARJO - Sebanyak 9.255 petani di Sidoarjo diikutkan jadi peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan oleh Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Sidoarjo, Senin (13/11). Program jaminan tenaga kerja itu akan diterima para petani selama tiga bulan.

Anggaran jaminan kecelakaan kerja, kematian dan hari tua itu bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai dan Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun 2023. Dana tersebut dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat secara langsung.

Kepala Disnaker Kabupaten Sidoarjo Ainun Amalia mengatakan, sebenarnya dana tersebut dikhususkan untuk para petani tembakau. Akan tetapi karena Sidoarjo tidak ada petani tembakau maka dana tersebut dialihkan ke petani pangan.

"Tanpa menghilangkan subtansi dari petani itu sendiri, kita menyalurkan untuk petani pangan melalui tahapan verifikasi yang ada," ucapnya.

Ainun ingin tahun depan peserta BPJS ketenagakerjaan yang ditanggung DBHCHC dapat merata. Ia ingin seluruh elemen masyarakat yang membutuhkan juga dapat dicover.

"Kami menargetkan 24 ribu petani sebagai penerima manfaat, hari ini (kemarin, red) kami serahkan kepada hampir 50 persen petani, semoga tahun depan dapat meluas ke seluruh elemen," ujarnya.

Ainun menegaskan, jika tujuan program tersebut adalah untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat. Terutama yang masuk dalam kategori miskin, sebagaimana kualifikasi dan kategori yang ditentukan.

Sementara itu, Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Sidoarjo Novias Dewo Santoso mengapresiasi upaya pemerintah dalam memberikan jaminan sosial ke para petani.

"Kami menyambut baik upaya pemerintah terhadap para petani," katanya.

Dewo menganggap, langkah tersebut sebagai awal yang positif. Sehingga pihaknya dapat segera melakukan sosialisasi akan manfaat dari keikutsertaan para petani.

"Kami mempunya kewajiban dalam memberikan edukasi dan pemahaman terkait pentingnya program BPJS ketenagakerjaan," tambahnya.

Dia berharap, para petani yang mendapatkan edukasi akan penerimaan manfaat selama tiga bulan BPJS ketenagakerjaan, terlatih dan dapat melanjutkan sebagai peserta mandiri. (sai/vga)

Editor : Vega Dwi Arista
#BPJS #ketenagakerjaan #Petani #Disnaker