SIDOARJO - Perkelahian yang terjadi di luar komplek sekolah dalam kegiatan event pertandingan pencak silat di Sekardangan ternyata bukan tawuran. Panitia even tersebut memberikan klarifikasi terkait informasi itu.
Salah satu panitia event pertandingan pencak silat, Prasetyo Teguh Utomo saat dikonfirmasi Radar Sidoarjo mengungkapkan, pada Minggu (8/9) memang digelar event pencak silat di salah satu SMA di Sekardangan. Nah, saat siang hari beberapa panitia event berada di luar sekolah untuk istirahat.
“Tiba-tiba ada oknum perguruan lain datang berkonvoi dan terjadi keributan,” ungkapnya, Selasa (10/10) malam.
Oknum tersebut tiba-tiba melakukan tindakan kekerasan yang mengakibatkan dua korban mengalami luka. Prasetyo menjelaskan, salah satu oknum berhasil diamankan oleh panitia untuk dimintai keterangan.
“Kami amankan tidak kami apa-apakan malah kami kasih minum. Jadi bukan tawuran yang kesannya ramai-ramai berkelahi saling serang,” ujarnya.
Dia menambahkan, oknum yang diamankan oleh pantia tersebut kemudian diserahkan ke Polsek Sidoarjo. Dari pihak polsek kemudian dimediasi dan akhirnya ditempuh jalur damai. “Dari pihak perguruan dari oknum itu juga diminta menjemput,” imbuhnya.
Prasetyo berharap, kejadian tersebut tidak terulang lagi yang bisa membuat perpecahan antarperguruan silat. Sebagai panitia dia juga akan menjadwalkan kegiatan event final lanjutan karena tertunda akibat peristiwa tersebut.
“Seharusnya selesai pada malam itu juga tapi kami tunda agar situasi kondusif,” terangnya.
Saat dikonfirmasi Kapolsek Sidoarjo Kota AKP I Gusti Agung Ananta Pratama mengakui ada laporan masuk dari Cal Center 110 terkait keributan.
“Saat anggota datang sudah tidak ada apa-apa dan kondusif," ujarnya. (dik/vga)
Editor : Vega Dwi Arista