Darjo Nyel Ekonomi & Bisnis Features Jatim Kota Delta Kriminal Delta Lifestyle Pendidikan Peristiwa Person of The Year Politika Sport & Health

Solusi Peternak Ikan di Sidoarjo, Menghidupkan Harapan di Lahan Sempit

Annisa Firdausi • Jumat, 30 Juni 2023 | 23:44 WIB
HOBI: Daniel memperlihatkan salah satu ikan yang dia pelihara. (ANNISA FIRDAUSI/RADAR SIDOARJO)
HOBI: Daniel memperlihatkan salah satu ikan yang dia pelihara. (ANNISA FIRDAUSI/RADAR SIDOARJO)

CANDI-Peternak ikan asal Candi, Sidoarjo menemukan keindahan dalam kesederhanaan Channa. Hobi yang dimulainya sejak awal Pandemi itu ternyata bisa jadi sumber penghasilan sekaligus pelepas penat.
Kisahnya dimulai ketika menemukan grup ikan hias di Facebook, 2020. Itulah momen yang membuatnya jatuh cinta pada ikan Channa.
Alumnus Ilkom Universitas Bhayangkara Surabaya itu menjelaskan bahwa perawatan ikan Channa sangatlah mudah, tidak membutuhkan filter dan aerator seperti ikan lainnya. Dia juga menambahkan bahwa ikan Channa memiliki daya tahan hidup yang luar biasa. “Bisa sampai 10 tahun,” katanya.

Jenis pertama ikan Channa yang dipelihara oleh Daniel adalah Channa Marulioides. Ketika dia mengunggah foto ikan tersebut di grup FB, tak disangka ada orang yang menawarnya. Awalnya dia membeli ikan itu dengan harga Rp 70 ribu, namun akhirnya laku terjual Rp 100 ribu.

Seiring berjalannya waktu, koleksi ikan Channa Daniel semakin berkembang. Dia telah memelihara berbagai jenis Channa seperti Blue Pulchra, Asiatica, Striata, Limbata, dan lain-lain.

Cerita menarik lainnya adalah ketika Daniel secara tidak sengaja menetaskan sebanyak 500 ekor Blue Pulchra. Pada awalnya, dia tidak menyadari bahwa gelembung di akuarium merupakan telur dari ikan Channa. Kejadian tersebut menjadi momen berharga dalam perjalanan peternakannya.

Tak terasa, Daniel telah memelihara sekitar 800 ekor ikan Channa. Meskipun lahan yang dimilikinya terbatas di Perum Shojiland, dia berhasil mengoptimalkan ruang yang ada dengan cerdas. Hobi yang dijalankannya ini bukan hanya menjadi sarana pengisi waktu, tetapi juga menjadi sumber kebanggaan dan keterampilan yang luar biasa.

Daniel menyadari bahwa harga ikan Channa bisa menjadi mahal, terutama karena adanya kontes-kontes yang memperlihatkan keindahan ikan ini. Di tengah masa pandemi, harga ikan mengalami kenaikan yang signifikan. Namun, saat ini harga ikan sedang menurun karena pasokan yang berlimpah dan minat para penghobi yang sedang menurun.

Dalam harapannya untuk menjaga stabilitas harga ikan Channa, Daniel berharap agar lebih banyak kontes diadakan. Dia percaya bahwa melalui kontes-kontes tersebut, keindahan ikan Channa dapat semakin dipromosikan dan diapresiasi oleh masyarakat luas. Daniel juga melihat potensi besar dalam ekspor ikan Channa, terutama ke negara-negara seperti Vietnam, Filipina, Mianmar, India, dan Jerman. Hal ini dikarenakan beberapa jenis ikan Channa banyak ditemukan di Indonesia. (nis/vga

Editor : Vega Dwi Arista
#Candi #Peternak #ikan