Darjo Nyel Ekonomi & Bisnis Features Jatim Kota Delta Kriminal Delta Lifestyle Pendidikan Peristiwa Person of The Year Politika Sport & Health

Pemuda 19 Tahun Asal Sidoarjo, Berawal dari Hobi, Kini Jadi Pilot Drone Bersertifikat

Vega Dwi Arista • Senin, 19 Juni 2023 | 02:22 WIB
MAHIR: Ahmad Zadit Taqwa sering mengikuti event untuk menerbangkan drone. (IST)
MAHIR: Ahmad Zadit Taqwa sering mengikuti event untuk menerbangkan drone. (IST)

SIDOARJO - Ahmad Zadit Taqwa hobi menerbangkan pesawat tanpa awak sejak kecil. Pemuda 19 tahun ini gandrung terhadap “mainan” itu sejak sejak duduk di bangku Taman Kanak-kanak (TK).

Kini, hobi tersebut malah membawa berkah. Awalnya pemuda yang akrab disapa Memed itu mencari informasi tentang pesawat tanpa awak melalui YouTube. Hingga akhirnya kesampaian membeli pesawat aeoromodelling pada waktu masih SD.

Menurut pemuda asal Desa Suko, Kecamatan Sidoarjo tersebut, pada waktu kelas 9 SMP, dia membeli drone FPV atau First Person View dengan menggunakan uang tabungan milikinya. Drone FPV merupakan jenis kendaraan udara tak berawak yang diterbangkan menggunakan umpan video langsung. Yakni dikirimkan dari kamera di drone ke sepasang kaca mata atau monitor yang dikenakan oleh pilot.

“Setelah itu saya langsung gabung dengan komunitas. Akhirnya ada yang mulai menawari bekerja,” ujar Memed.

Semenjak gabung komunitas, imbuhnya, dia semakin mengerti cara menggunakan drone. Mulai cara mengambil video, hingga bagaimana gambar tetap stabil dengan pencahayaan yang berubah-ubah.

“Dari teman akhirnya banyak yang mengajak untuk mengikuti event,” ungkapnya.

Di antara event yang diikutinya F1H2O adalah yang terbesar. Yakni kompetisi balap internasional untuk perahu motor Formula 1 di Danau Toba pada Februari lalu. Di sana Memed banyak mendapat pengalaman. Mulai dari komunikasi dengan pilot drone profesional yang berasal dari luar negeri.

“Saya juga minta video dari pilot drone dari negara lain untuk saya jadikan pelajaran,” ucap Memed.

Dia mengaku menjadi pilot drone paling muda di antara usia teman-teman komunitasnya. Namun, itu semua tidak membuatnya minder. Justru menjadi pemacu semangat untuk terus belajar agar menjadi semakin lebih baik.

“Teman- teman di komunitas rata-rata berusia 30 hingga 60 tahun. Saya tergabung dalam Sahabat FPV Sidoarjo,” terangnya.

Berbagai pengalaman pahit pernah dirasakan oleh Memed. Mulai kehilangan drone akibat jatuh karena kehilangan sinyal, jatuh di air terjun, di laut, bahkan juga di pegunungan. Tetapi kejadian tersebut tidak membuat dia putus asa.

Dengan kemampuannya menerbangkan pesawat tanpa awak dan ketrampilan merakitnya, Memed menjadi contoh untuk anak muda khususnya di Kabupaten Sidoarjo, untuk selalu memanfaatkan waktu dengan hal positif dan selalu berkreasi.

“Saya alhamdulillah mempunyai beberapa sertifikat, yakni salah satunya sertifikat International Islamic School Robot Olympiad, pada 2022,” pungkasnya. (dik/vga)

Editor : Vega Dwi Arista
#Drone #mainan #event