Kabid Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Sidoarjo Dwi Tjahyo Mardisunu mengatakan, sambaran petir menjadi pemicu utama kerusakan TL. Sehingga perbaikan harus langsung dilakukan.
"Jadi biasanya langsung mati. Kalau sudah mati, maka pengendara menjadi bingung. Apakah berhenti, atau melanjutkan kendaraannya," katanya.
Menurutnya, setiap bulannya, tak kurang dari lima kali perbaikan yang dilakukan untuk seluruh TL di Sidoarjo. Padahal jika di luar musim hujan, perbaikan sangat jarang dilakukan. Petugas hanya melakukan pemantauan.
Rabu (15/3) misalnya, petugas melakukan perbaikan sejumlah TL yang mengalami kerusakan. Di antaranya simpang tiga Avian Kecamatan Buduran, simpang Jalan Gajah Mada Kecamatan Sidoarjo, dan di Jalan Raya Tebel Gedangan.
Sejumlah petugas Dishub Sidoarjo terlihat menggunakan mobil skylift untuk melakukan perbaikan tersebut. "Kalau yang di Buduran kemarin itu kami melakukan pergantian bok lampu yang mati," imbuh Sunu.
Di sisi lain, tahun ini Dishub Sidoarjo juga bakal menambah TL baru. Jumlahnya ada dua unit. Rencananya akan dipasang di frontage road (FR) simpang Sruni dan Tebel Gedangan.
"Kalau FR Gedangan tahun kemarin, operasional menunggu frontage selesai," terangnya. (far/vga)
Editor : Vega Dwi Arista