Ketua Komisi C DPRD Sidoarjo Suyarno mengatakan, aksi vandalisme seperti mencoret-coret fasilitas umum tidak bisa dibiarkan. Tindakan tidak bertanggung jawab itu harus ditangani dengan tegas.
Menurut dia, upaya untuk mengatasi tindakan vandalisme pada remaja bisa dilakukan melalui pendekatan keluarga dan patroli aparat pemerintahan. Sebagai lingkungan yang terdekat dengan remaja. “Leluarga perlu membangun komunikasi yang baik untuk mengatasi persoalan ini,” katanya.
Dia menyebutkan, upaya lain yang bisa dilakukan untuk mengatasi vandalisme pada remaja sebelum merajalela adalah dengan mengalihkannya pada kegiatan-kegiatan positif. Hal itu dapat menjadi kesibukan remaja pada waktu luang sehingga mereka terhindar dari perbuatan yang sia-sia.
Ditambahkannya, mengatasi vandalisme tentu tidak dapat dilakukan satu pihak saja, misalnya keluarga. Perlu ada dukungan dari pihak lain. Terlebih jika perbuatan yang dilakukan sampai merugikan kepentingan umum.
Salah satu pengguna jalan Muhammad Wartam mengatakan, tindakan vandalisme yang dilakukan oleh orang yang tak bertanggung jawab sangat merugikan. Karena dapat mengotori rambu dan bahkan membahayakan. “Karena rambunya tidak terlihat,” katanya.
Tidak hanya perlu perhatian pemerintah, dia menyebutkan masyarakat seharusnya dapat ikut menjaga kebersihan kota. Didukung dengan sanksi tegas dari pemerintah bagi pelaku vandalisme serta menyediakan tempat untuk menuangkan kreatifitas masayrakat. (dhf/nis/vga) Editor : Vega Dwi Arista