Kepala Dispendikbud Sidoarjo Tirto Adi mengatakan, pihaknya mendatangi SMPN 2 Tanggulangin dan SDN Kedungbanteng. Di sana, para siswa dan dewan guru terlihat sangat antusias walau kondisi sekolah tergenang. Proses belajar masih berjalan seperti biasanya.
"Luar biasa itu teman-teman guru dan juga kepala sekolah. Sekalipun terendam air, anak-anak masih proses pembelajaran," ujarnya kepada Radar Sidoarjo.
Meski begitu, di SMPN 2 Tanggulangin, proses pembelajaran pada kelas VII dan VIII mengunakan dua cara. Setiap Senin, siswa kelas VIII belajar di sekolah. Sementara kelas VII belajar secara daring. Sedangkan setiap Selasa, sebaliknya.
"Kelas VIII pembelajaran daring, dan Kelas VII masuk. Sementara kelas IX setiap hari selalu masuk ke sekolah. Kalau yang di SDN Kedungbanteng semuanya masuk," imbuhnya.
Pantauan Radar Sidoarjo, akses menuju dua sekolah tersebut masih tergenang. Halaman SMPN 2 Tanggulangin misalnya, juga masih tergenang. Tingginya semata kaki orang dewasa. Sementara di halaman SDN Kedungbanteng sudah tak terlihat adanya genangan.
Tirto menuturkan, seluruh wali kelas kini sedang mengintensifkan kolaborasi antara peran orang tua dengan peran guru. Tujuannya untuk mengantisipasi adanya ketertinggalan pembelajaran para siswa karena terkendala saat daring.
Menurutnya, tugas pembelajaran di sekolah merupakan tugasnya guru. Namun setelah pembelajaran sekolah, orang tua harus mengambil peran.
"Harapan kita dengan cara berkolaborasi dengan itu tidak akan ada siswa yang tertinggal dalam pembelajaran," terangnya. (far/vga)
Editor : Vega Dwi Arista