Gedung itu berdiri di lahan seluas 2,2 hektare. Terdapat lima ruang kelas baru dengan tambahan empat ruang penunjang. Seperti ruang guru hingga perpustakaan.
Gedung baru yang menelan anggaran Rp 7,2 miliar itu juga telah dilengkapi delapan toilet, jaringan listrik dan IPAL. “Mulai Senin depan siswa sudah bisa belajar di sini. Sebelumnya pembelajaran dilaksanakan di SMPN 1 Tulangan,” terang Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) Tirto Adi.
Tirto menambahkan, pembangunan gedung SMPN 2 Tulangan juga akan berlanjut pada 2023 ini. Anggaran yang disiapkan Rp 6,9 miliar. “Untuk uruk lahan, pembangunan enam ruang kelas dan perpustakaan,” jelasnya.
Masih kata Tirto, selain melanjutkan pembangunan SMPN 2 Tulangan, Dispendikbud juga bakal memulai pembangunan SMPN 2 Prambon di 2023 ini. Penyediaan lahan telah dituntaskan pada 2022. Kini pihaknya bakal gerak cepat untuk pembangunan.
Rencananya disiapkan 10 ruang kelas. Lima ruang untuk kelas dan sisanya untuk ruang penunjang pembelajaran.
Sementara itu, Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor mengungkapkan, pembangunan SMPN 2 Tulangan maupun Prambon adalah bentuk upaya pemerintah daerah dalam pemerataan fasilitas pendidikan. “Untuk aksestabilitas sarana pendidikan,” jelasnya.
Tuntasnya pembangunan SMPN 2 Tulangan itu diharapkan jadi momentum awal gerak perbaikan sektor pendidikan di Sidoarjo. Pemkab bakal berupaya menghadirkan sarana pendidikan yang merata di setiap kecamatan. (son/vga) Editor : Vega Dwi Arista