Kepala Dinkes Sidoarjo Fenny Apridawati mengatakan, pengecekan tersebut sebenarnya rutin dilakukan. Mulai dari pengerjaan awal hingga saat ini. Hal itu dilakukan untuk memastikan bahwa pembangunannya berjalan sesuai dengan rencana.
Targetnya, akhir tahun ini seluruh pembangunan puskesmas sudah tuntas. Deadline-nya 31 Desember. Dari hasil pengecekan, Fenny menyebutkan bahwa tidak ada kendala yang berarti selama masa pembangunan. “Semuanya dipastikan tuntas tepat waktu,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Dinkes Sidoarjo, dr M Athoillah yang juga merupakan penanggung jawab pembangunan Puskesmas Urangagung 2 mengatakan, hingga saat ini progres pembangunannya sudah mencapai 97 persen. Dia pun optimistis pada 31 Desember pembangunannya sudah selesai.
Selanjutnya, tinggal menyiapkan sarana dan prasarana untuk puskesmas tersebut. Nantinya akan menggunakan anggaran pada 2023. Mulai dari pemenuhan alat kesehatan, furnitur, dan lain sebagainya.
Atho menjelaskan, Puskesmas Urangagung 2 merupakan puskesmas non rawat inap. Sama dengan Puskesmas Urangagung 1. Namun dia memastikan bahwa luasnya lebih besar dibandingkan Puskesmas Urangagung 1. “Sehingga bisa menampung lebih banyak warga yang berobat,” ujarnya.
Sedangkan untuk pengisian Sumber Daya Manusia (SDM) serta tenaga kesehatan, juga akan dilakukan tahun depan. Atho menyebutkan, terkait kepegawaian akan diisi dengan menggunakan sistem rotasi. Namun dia juga belum bisa memastikan hal tersebut. Sebab menurut dia hingga saat ini belum ada informasi terkait rekrutmen tenaga kerja di puskesmas tersebut.
Pada APBD 2023, Sidoarjo memang tidak ada anggaran untuk membangun fisik puskesmas. Anggarannya difokuskan untuk memenuhi sarana dan prasarana puskesmas yang sudah terbangun. Sehingga pada tahun depan puskesmas sudah bisa digunakan. (nis/vga) Editor : Vega Dwi Arista