Direktur Utama Perumda Delta Tirta Dwi Hary Soeryadi mengatakan, kebocoran pipa yang ada di bawah jalan raya itu bukan pertama kalinya terjadi. Bahkan terhitung sering. Ada beberapa faktor yang menyebabkan hal tersebut.
Salah satunya adalah usia pipa. Seperti yang ada di Jalan Jati Raya, pipanya memang sudah tua. Ukurannya 350 mm. “Tapi kerusakannya juga didukung oleh faktor lain, yakni beban jalan,” katanya.
Dwi menjelaskan, pipa yang ada di bawah jalan raya, terutama pipa lama, memiliki risiko kebocoran yang tinggi dibandingkan yang ada di lokasi lainnya. Karena beban jalan yang tinggi, sehingga pipa yang ada di bawahnya ikut bergetar ketika ada kendaaraan yang melintas. Apalagi jika jalan tersebut sering dilewati oleh truk dengan beban besar.
Untuk memperbaiki pipa yang bocor, Dwi menyebut waktu penanganannya tergantung dari jenis kerusakan. Jika kerusakan normal hanya berlangsung dua hingga tiga jam. Namun jika ditemukan kerusakan yang parah bisa memakan waktu seharian. “Bahkan bisa sampai beberapa hari,” imbuhnya.
Selain di Jalan Jati Raya, kebocoran pipa yang ada di bawah jalan raya juga pernah terjadi di beberapa lokasi lain. Seperti di Jalan Pahlawan, atau di Jalan Ponti. Bentuk kerusakannya juga beragam. Mulai dari sambungan yang longgar, atau pipa yang keropos. (nis/vga) Editor : Vega Dwi Arista