Darjo Nyel Ekonomi & Bisnis Features Jatim Kota Delta Kriminal Delta Lifestyle Pendidikan Peristiwa Person of The Year Politika Sport & Health

Fogging Hanya Bunuh Nyamuk Dewasa, Terapkan 3M Antisipasi Demam Berdarah

Vega Dwi Arista • Senin, 26 September 2022 | 01:08 WIB
DIBASMI: Fogging dilakukan Dinkes di wilayah yang terbukti ada penyebaran kasus DBD. (ANNISA FIRDAUSI/RADAR SIDOARJO)
DIBASMI: Fogging dilakukan Dinkes di wilayah yang terbukti ada penyebaran kasus DBD. (ANNISA FIRDAUSI/RADAR SIDOARJO)
SIDOARJO - Laporan kasus penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) yang masuk ke puskesmas ditindaklanjuti oleh Dinas Kesehatan (Dinkes). Namun tidak semua laporan yang masuk langsung difogging. Sebab ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Sidoarjo dr M Athoillah menjelaskan, setelah menerima laporan dari warga, puskesmas akan melakukan Penyelidikan Epidemiologi (PE). Petugas kesehatan mendatangi wilayah yang melaporkan. Dalam PE, petugas mengecek kondisi lingkungan. Mulai dari saluran air hingga kamar mandi.

Selain itu, petugas juga mengecek hasil tes darah. Tidak hanya melihat jumlah trombosit, juga memeriksa peningkatan Hemoglobin (HB) dan Hematorit (HT). Bahkan petugas juga mengecek kegiatan penderita selama beberapa hari terakhir.

''Untuk mengetahui apakah digigit nyamuk di lingkungan rumah, atau di luar rumah,'' katanya.

Dia melanjutkan, pengecekan itu tidak hanya dilakukan di satu rumah. Tapi di beberapa rumah lain di wilayah yang sama. Terutama yang di dalamnya ada yang mengalami keluhan yang sama. Seperti demam dan trombosit turun.

Namun, Atho menyebut tidak semua wilayah yang sudah dilakukan PE akan difogging. Pengasapan tersebut baru akan dilakukan jika trombosit penderita kurang dari 100 ribu serta ada peningkatan HB dan HCT. ''Karena trombosit turun tidak selalu DBD, bisa juga karena diare atau dehidrasi,'' imbuhnya.

Kemudian, fogging dilakukan jika ada penderita lain dari 10 rumah yang diperiksa atau ada penderita gejala demam. Juga ketika ditemukan jentik nyamuk pada daerah tersebut.
Meski begitu, Atho mengimbau warga tetap menerapkan 3M. Yakni menguras tempat penampungan air, mengubur barang bekas yang bisa menampung air, dan menutup tempat penampungan air.

Atho menjelaskan, fogging hanya ampuh membunuh nyamuk dewasa. Sedangkan jentik nyamuk bisa dibasmi dengan menerapkan 3M. ''Jangan sampai jentik nyamuk menjadi nyamuk dewasa, itu yang bahaya,'' ujarnya.

Siklus hidup nyamuk mulai jentik hingga dewasa adalah 10 hingga 12 hari. Itulah mengapa pihaknya meminta warga untuk menguras bak mandi atau tempat penampungan air minimal seminggu sekali. Hal tersebut untuk mencegah jentik nyamuk tumbuh menjadi nyamuk dewasa. (nis/vga)

  Editor : Vega Dwi Arista
#Demam Berdarah #fogging #Dinas Kesehatan