Pembagian sertifikat tanah dari program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) itu dipusatkan di gedung serba guna GOR Sidoarjo. Turut hadir dalam rombongan itu Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Marsekal TNI (Purn) Hadi Tjahjanto, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa hingga Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor.
Total ada 3.000 sertifikat diserahkan. Sebanyak 1.500 sertifikat untuk warga Sidoarjo, 500 untuk Kabupaten Gresik, 500 untuk Kota Malang dan 500 sertifikat untuk warga Kabupaten Malang.
Presiden Jokowi mengungkapkan, program pensertifikatan tanah menjadi salah satu fokus pemerintah. Karena pada 2016 lalu capaian pensertifikatan tanah hanya sekitar 500 ribu. Padahal ada 126 juta bidang yang perlu disertifikat.
“Bisa nunggu 160 tahun untuk bisa dapat sertifikat,” katanya.
Karena itu, program pensertifikatan tanah terus dikebut oleh pemerintah. Setiap tahun target ditingkatkan agar masyarakat bisa cepat menerima sertifikat. Tercatat pada 2016 ada 1,1 juta sertifikat bisa dibagikan, pada 2017 ada 5,4 juta, 2018 ada 9,3 juta, 2019 ada 14,6 juta, 2020 ada 7,2 juta dan 2021 ada 11,1 juta sertifikat tanah.
Presiden Jokowi juga memberi pesan kepada Menteri ATR/BPN agar jangan sampai ada main-main terkait urusan sertifikat tanah. “Apalagi mafia tanah. Tidak ada tempat di bumi Indonesia untuk mafia tanah. Kalau ada mafia yang main-main silahkan digebuk,” tegasnya.
Dia juga berpesan kepada masyarakat agar bijak dalam menggunakan sertifikat yang dimiliki. “Kalau mau disekolahkan (untuk agunan, Red) silahkan. Tapi tolong dihitung. Silahkan untuk mendapat pinjaman tapi semua untuk modal usaha,” tuturnya.
Sementara itu, Menteri ATR/BPN Marsekal TNI (Purn) Hadi Tjahjanto menambahkan, di Jatim ada 19,9 juta bidang tanah yang perlu disertifikat. Sementara yang sudah bersertifikat ada 12,6 juta bidang. “Baru sekitar 63 persen. Target Jatim tahun ini ada 1,02 juta. Sementara Sidoarjo targetnya 15 ribu bidang,” terang mantan Panglima TNI itu.
Sebelum ke GOR Sidoarjo, Presiden Jokowi dan rombongan mampir ke Pasar Larangan, Kecamatan Candi. Di tempat itu, presiden membagikan sejumlah bantuan sosial kepada masyarakat. (son/vga) Editor : Vega Dwi Arista