Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sidoarjo Asrofi mengatakan, sekolah dan guru diminta terus berinovasi menciptakan suasana belajar yang menyenangkan meskipun dilakukan jarak jauh.
Dari monitoring yang dilakukan Dikbud, ia mengapresiasi upaya sekolah terus semangat mengadakan pembelajaran. Bahkan salah satu sekolah, membuat pembelajaran daring selayaknya proses belajar mengajar di sekolah.
"Sampai membuat studio pembelajaran. Masuk 06.30, ada istirahat dua kali. Persis seperti belajar di sekolah," ungkapnya, Selasa (10/8).
Sementara itu, pada September 2021 seluruh tenaga kependidikan dan siswa dari jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang terdaftar di Data Pokok Pendidikan (Dapodik) akan kembali menerima bantuan kuota internet. Bantuan itu dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek).
"Syaratnya peserta didik terdaftar di aplikasi Dapodik. Memiliki nomor ponsel aktif atas nama peserta didik, orang tua, anggota keluarga atau wali. Tahun lalu bantuan kuota ini sudah pernah diberikan," kata mantan Kepala Dinas Perhubungan Sidoarjo itu.
Bantuan kuota bagi peserta didik jenjang PAUD sebesar 7 GB per bulan. Peserta didik SD dan menengah sebesar 10 GB per bulan. Guru jenjang PAUD dan guru SD dan menengah sebesar 12 GB per bulan.
Dia mengungkapkan, apabila nomor ponsel berubah atau belum menerima bantuan kuota data internet, bisa dilaporkan pada pimpinan atau pengelola satuan pendidikan. Nantinya, akan meneruskannya dengan mengunggah nomor baru atau nomor yang berubah di laman yang tersedia.
Terkait siswa kesulitan mengakses gadget, imbuh Asrofi, sudah diatasi pihak sekolah. Dengan memberikan pembelajaran jarak jauh, siswa juga dibekali dengan lembar kerja. Kemudian bagi siswa berkebutuhan khusus, ada jadwal kunjungan guru ke rumah siswa. (rpp/vga)
Editor : Vega Dwi Arista