Darjo Nyel Ekonomi & Bisnis Features Jatim Kota Delta Kriminal Delta Lifestyle Pendidikan Peristiwa Person of The Year Politika Sport & Health

Kota Layak Anak, Jatim Punya Tiga Wilayah Berpredikat Nindya

Nofilawati Anisa • Rabu, 16 Desember 2020 | 23:23 WIB
AGAR ANAK TAK REWEL: Sarana bermain anak di salah satu sudut Puskesmas Kedungwaru Tulungagung. (DOK/JPC)
AGAR ANAK TAK REWEL: Sarana bermain anak di salah satu sudut Puskesmas Kedungwaru Tulungagung. (DOK/JPC)
SURABAYA - Tulungagung ditantang untuk bisa menyalip Surabaya. Tantangan itu Disampaikan Deputi Bidang Tumbuh Kembang Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Leny N Rosalin, berkaitan dengan sebutan Kota Layak Anak (KLA). “Dua step lagi, atau setidaknya satu step lagi, Tulungagung bisa menyalip Surabaya,” ungkap Leny secara daring kemarin (16/12).

Ia menyampaikan, saat ini di Provinsi Jawa Timur hanya ada satu kota yang berhak menyandang peringkat Utama. Yaitu Kota Surabaya. “Sementara yang peringkatnya Nindya hanya ada tiga. Nah, salah satunya Tulungagung,” sambungnya. Dua lainnya adalah Sidoarjo dan Jombang.

Langkah Tulungagung untuk menjadi KLA memang semakin lapang setelah mengukuhkan Asosiasi Perusahaan Sahabat Anak Indonesia (APSAI) kemarin. Kehadiran APSAI di Tulungagung bisa melengkapi langkah mereka untuk menata semua kesejahteraan bagi anak-anak.

Leny melanjutkan, dengan dilantiknya APSAI di Tulungagung bisa menjadi kontribusi nyata bagi anak-anak. Semua upaya serupa juga dilakukan di kabu[aten/kota di Indonesia untuk terus menjaga hak anak serta kesejahteraan mereka. “Kami optimis kabupaten/kota layak anak bisa dicapai semua pada 2030,” yakinnya.

Leny menambahkan, komitmen nyata itu pun terlihat ketika ada 271 desa di Kota Marmer menjadi kawasan layak anak. Semua ini menjadi menarik dan kuat ketika dimuai dari kawasan yang paling dasar. “Ini tentu saja menarik, karena di desa-desa sudah dimulai dari hal yang paling dasar,” imbuhnya.

Selebihnya, katanya, Tulungagung tinggal melengkapi kebijakan yang belum terealisasi dengan sempurna dari klaster yang perlu dipertajam. Salah satunya optimalisasi akte kelahiran. “Tulungagung sudah 95 persen lebih untuk akte kelahiran. Tinggal disempurnakan lagi mencapai 100 persen. Jdi tinggal 5 persen saja yang digenjot,” katanya.

Keberadaan APSAI, lanjutnya, bisa memberikan manfaat besar bagi anak, termasuk di Tulungagung. Pasalnya, dunia usaha akan berinteraksi dengan anak-anak serta membawa dampak bagi mereka. Kalau diteliti, anak-anak menjadi stake holder perusahaan.

"Mereka bisa menjadi konsumen, anggota keluarga dari karyawan itu juga punya anak-anak. Selanjutnya, anak-anak ini 10-30 tahun ke depan akan menjadi pekerja muda masa depan yang nantinya juga bisa memimpin perusahaan itu. Serta anak adalah bagian warga dari masyarakat, di mana perusahaan melakukan bisnisnya,” jelasnya.

Bupati Tulungagung Maryoto Birowo mengatakan, berbagai masukan dan upaya dilakukan untuk penyempurnaan di masa-masa mendatang. Saat ini jumlah anak di Tulungagung berusia di bawah 18 tahun mencapai 26 persen dari total penduduk.

Dengan proporsi anak yang besar, maka program urgensi anak sangat potensial untuk terus dilakukan. “Isu starategis misalnya stunting, angka kematian bayi yang cenderung fluktuatif, kekerasan anak dan serta kami memberikan kesempatan seluas-luasnya untuk anak dalam berkembang,” katanya. (uta/opi) Editor : Nofilawati Anisa
#Kategori Nindya #APSAI #Perusahaan Peduli Anak #Berita Hari Ini #Kota Layak Anak