Peninggalan Kerajaan Majapahit
Tak sedikit peninggalan Kerajaan Majapahit yang ada di Sidoarjo. Salah satunya Pesarean Raden Ayu Putri Ontjat Tondo Wurung yang terletak di Desa Terung Wetan, Kecamatan Krian.
M Saiful Rohman, Wartawan Radar Sidoarjo
Meski lokasinya terpencil, suasana pesarean cukup sangat sejuk. Sebab dua pohon beringin tua masih berdiri kokoh di sekitar makam.
Juru kunci makam, Sumaji mengatakan, Raden Ayu merupakan anak tunggal Adipati Terung, Raden Kusein, penguasa wilayah Sidoarjo di bawah kepemimpinan Raja Majapahit V. Saat dewasa, Raden Ayu memiliki kegemaran menanam bunga, dan hasilnya ia bagi-bagikan ke masyarakat.
"Saat di pasar, ia tidak membawa pisau, sehingga ia harus meminjam pisau orang yang tak lain adalah Sunan Bonang," ceritanya.
Sebelum diserahkan, Sunan Bonang memberi pesan agar Raden Ayu tak memangku pisaunya. Akan tetapi, Raden Ayu lupa dan memangku pisau tersebut.
Perlahan perut Raden Ayu semakin membesar. Ia pun dicurigai oleh masyarakat hamil di luar nikah. Informasi tersebut menyebar luas ke masyarakat, sontak membuat malu ayahnya.
Meski Raden Ayu sudah mengaku jika ia tak berbuat seronoh, akan tetapi ayahnya terlanjur tidak percaya. Sehingga ia memutuskan untuk menghukum mati anaknya sendiri.
Merasa tidak bersalah, sebelum dieksekusi, Raden Ayu menyampaikan pesan kepada ayahnya. Jika ia dieksekusi mati dan mengeluarkan darah putih yang harum, adalah tanda jika ia tak berbuat seperti apa yang dituduhkan. Sedangkan, jika darahnya merah dan berbau anyir artinya ia bersalah.
"Dan benar, ternyata dia mengeluarkan darah putih yang harum," jelasnya.
Cerita tersebut cukup dikenal masyarakat Sidoarjo. Tak sedikit juga orang yang datang ke makam tersebut, terutama wanita. Dipercaya, jika berziarah ke makam tersebut jodohnya akan dipermudah. (*/vga)
Editor : Vega Dwi Arista