Darjo Nyel Ekonomi & Bisnis Features Jatim Kota Delta Kriminal Delta Lifestyle Pendidikan Peristiwa Person of The Year Politika Sport & Health

Penemu Sejarah Majapahit Kadipaten Terung di Sidoarjo Mbah Sahuri Meninggal

Vega Dwi Arista • Rabu, 27 September 2023 | 01:10 WIB
TUTUP USIA: Sahuri semasa hidup. (M SAIFUL ROHMAN/RADAR SIDOARJO)
TUTUP USIA: Sahuri semasa hidup. (M SAIFUL ROHMAN/RADAR SIDOARJO)

Mimpi Dilarang Bangun Rumah, Akhirnya Temukan Batu dan Lubang Besar

Penemu serpihan Kerajaan Majapahit Kadipaten Terung, Sahuri meninggal dunia di usia ke 73, Senin, (25/9) dini hari. Ia meninggal setelah dirawat selama tujuh hari di Rumah Sakit Anwar Medika, Balongbendo.

M SAIFUL ROHMAN, Wartawan Radar Sidoarjo

Salah satu tetangga, Arifin menjelaskan, Sahuri meninggal karena diserang penyakit usia. Menurutnya usia Sahuri sudah cukup rentan.

"Pak Sahuri kelahiran 1950an," ucapnya saat ditemui di lokasi situs Kadipaten Terung.

Arifin menyebut, di usia rentan itu Sahuri sering berkeluh akan sakit. Sehingga tujuh hari yang lalu Sahuri langsung dibawa ke rumah sakit.

Sejauh yang Arifin tahu, meski berada pada usia senja, Sahuri lebih banyak menghabiskan waktunya bekerja sebagai petani.

"Keseharian Pak Sahuri sering banget ke sawah," terangnya.

Laki-laki yang bekerja di bengkel itu menceritakan bagaimana Sahuri menemukan sisa peninggalan kerajaan Majapahit. Saat itu Sahuri berniat membangun rumah.

Akan tetapi niat tersebut tertunda, karena mimpi terkait pelarangan pendirian bangunan di atas tanah itu. Padahal tanah itu miliknya sendiri.

 

DIJAGA: Temuan sejumlah barang di Terung. (M SAIFUL ROHMAN/RADAR SIDOARJO)
DIJAGA: Temuan sejumlah barang di Terung. (M SAIFUL ROHMAN/RADAR SIDOARJO)

"Ini ditemukan sudah lama, kalo gak salah 2011, sebelumnya Pak Sahuri mimpi dilarang membangun rumah disini (lokasi Kadipaten Terung, red)," jelasnya.

Saat itu, imbuhnya, beberapa situs seperti sumur dan batu-batuan peninggalan Kerajaan Majapahit belum ada. Situs tersebut ditemukan saat Sahuri sering menengok tanah yang berada di belakang rumahnya itu.

"Ketemu batu bata, terus tanaman liar dibabat sedikit-sedikit," ujarnya.

Semenjak ia tinggal Desa Terung Wetan pada tahun 2000, ia tahu secara persis tanah tersebut hanya berupa tanaman dan rumput liar. Sehingga ketika Sahuri babat rumput liar setibanya ketemu batu dengan lubang besar.

Sejauh pengetahuan yang ia tahu, situs Kadipaten Terung terhubung hingga Candi Dermo di Desa Candinegoro, Wonoayu. Jika ditelusuri lebih dalam, ia meyakini akan banyak ditemukan serpihan sejarah Kerajaan Majapahit Desa Terung Wetan. (sai/vga)

Editor : Vega Dwi Arista
#majapahit #terung #Meninggal