Sampah Diolah, Tidak Sampai Kirim ke TPA Jabon

Vega Dwi Arista • Dipublikasikan Jumat, 23 September 2022 | 00:01 WIB
KREATIF: Koordinator lapangan TPS3R Trosobo Bersemi, Mayudi Yantono menunjukkan pengembangbiakan maggot. (HENDRIK MUCHLISON/RADAR SIDOARJO)
KREATIF: Koordinator lapangan TPS3R Trosobo Bersemi, Mayudi Yantono menunjukkan pengembangbiakan maggot. (HENDRIK MUCHLISON/RADAR SIDOARJO)
Inovasi TPS3R Trosobo Bersemi (1)

Inovasi Tempat Pengelolaan Sampah Reuse, Reduce, dan Recycle (TPS3R) Trosobo Bersemi patut ditiru. TPS3R milik Desa Trosobo, Kecamatan Krian itu mampu mengolah sampah dengan baik. Bahkan tidak sampai mengirim sampah ke TPA Jabon.

Hendrik Muchlison, Wartawan Radar Sidoarjo

Koordinator lapangan TPS3R Trosobo Bersemi, Mayudi Yantono mengungkapkan, TPS3R itu selesai dibangun pada Desember 2021 lalu. Kemudian dioperasionalkan secara total pada Januari 2022.

TPS3R yang berada tidak jauh dari Makam Islam Trosobo itu menampung sampah-sampah dari warga desa setempat. Total ada sekitar 1.600 rumah tangga yang sampahnya ditampung di TPS3R tersebut. “Memang untuk warga Desa Trosobo, paling ada beberapa perusahaan tapi khusus sampah domestik,” tuturnya.

Pria yang akrab dipanggil Yudi itu merincikan, biasanya setiap hari ada sekitar 18 gerobak roda tiga yang masuk ke TPS3R yang dikelolanya. Sampah-sampah itu kemudian dipilah berdasarkan jenisnya. Ada sampah organik, anorganik dan residu.

Masing-masing jenis sampah juga memiliki penanganan yang berbeda. Untuk sampah organik diolah dengan cara dijadikan pakan maggot lalat Black Solder Fly (BSF). “Langsung dituang ke kotak penyimpanan yang ada maggotnya, nanti juga habis sendiri,” katanya.

Komposisi sampah organik memang cukup mendominasi di TPS3R Trosobo. Persentasenya sekitar 60 persen. Sisanya baru anorganik dan residu. Sampah organik yang dijadikan pakan maggot juga memberikan keuntungan sendiri. Karena maggot biasa dimanfaatkan menjadi barang bernilai jual. Seperti untuk pakan ternak, ataupun pupuk organik.

Sementara untuk sampah residu dikelola dengan cara dibakar menggunakan mesin khusus. Sehingga asap sisa pembakaran tidak sampai memberikan dampak pencemaran lingkungan. Sedangkan sampah anorganik seperti plastik dan botol plastik dipilah dan kemudian dijual ke pemulung.

“Jadi sore hari gitu sampah sudah bersih. Tidak sampai kirim ke TPA Jabon,” tutur pria 42 tahun itu. (*/vga/bersambung) Editor : Vega Dwi Arista
Trosobo TPS3R TPA Jabon