Setelah puasa 18 tahun tidak merilis single, tahun ini Nakedbrain akhirnya mengenalkan single terbarunya yang berjudul “Murka”. Single band hardcore asal Sidoarjo ini berisikan kritik sosial yang berisikan kemarahan rakyat terhadap penguasa.
Hendrik Muchlison, Wartawan Radar Sidoarjo
Nakedbrain adalah band asal Sidoarjo yang terbentuk pada 1997 lalu. Band dengan aliran hardcore ini muncul dari rutinitas para komunitas anak Punk yang saat itu bosan dengan kegiatan nongkrong dan mengamen di tengah kota Sidoarjo.
Mereka bersepakat untuk membentuk sebuah band yang terinspirasi dari sejumlah band ternama. Seperti Ryker’s, Sick Of It All, hingga Vision of Discorder. Nakedbrain sempat merilis satu album yang bertajuk “Sound of Distortion” pada 2004. Itu juga album terakhir yang dirilis hingga sekarang.
Di pekan penghujung Maret lalu, band yang terdiri dari Komik Bram (gitar), Jeqo Ramadhan (gitar), Iwan KC (bass), Dimas (vocal) dan Brandy (drum) akhirnya merilis single “Murka” sebagai obat rindu para fans.
“Sebenernya kami ciptakan tahun 2018 lalu, tapi baru kami rilis beserta video klipnya,” kata Komik Bram.
Komik Bram menjelaskan, lagu “Murka” bercerita tentang amarah rakyat akan sejumlah penyimpangan yang dilakukan penguasa. Mulai dari penyimpangan norma sosial ataupun keadilan.
Karena digarap dengan waktu yang cukup lama, lagu maupun video klipnya juga lebih matang. Mulai dari komposisi musik yang lebih baik termasuk lirik yang lebih kompleks dan berisi pesan yang bermakna.
Dalam video klip lagu itu menampilkan sosok gadis berseragam Paskibra. Itu sebagai bentuk simbol perjuangan melawan penguasa yang menyimpang.
“Sang gadis tetap berjuang meski harus menghadapi godaan. Bendera yang dibawa tak sampai jatuh,” kata Komik Bram.
Sejak dirilis 25 Maret lalu, video klip karya band Nakedbrain itu sudah ditonton ribuan orang. Rencananya, single itu juga menjadi lagu pembuka dalam album yang kini tengah digarap. (*/vga) Editor : Vega Dwi Arista